SIWALIMA.id > Berita
Di Tangan HL-AV, Kemiskinan Turun 0,40 Persen
Daerah | Senin, 28 Juli 2025 pukul 22:35 WIT

AMBON, Siwalimanews – Belum setahun memimpin Maluku, Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath berhasil menurunkan angka kemiskinan 0,40 persen.

Badan Pusat Statistik mencatat, persentase Penduduk Miskin di Maluku pada Maret 2025 turun menjadi 15,38 persen atau turun 0,40 persen poin terhadap September 2024.

“Sedangkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 287,76 ribu orang, turun 6,2 ribu orang terhadap September 2024,” kata Kepala BPS Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam rilisnya, Jumat (25/7).

Dikatakan, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 4,59 persen juga mengalami penurunan menjadi 4,36 persen pada Maret 2025.

Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 25,08 persen, turun menjadi 24,61 persen pada Maret 2025.

Ia menjelaskan untuk garis kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp 757.600-/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 554.327,- (73,17 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 203.273,- (26,83 persen).

Pada Maret 2025, secara rata-rata rumah tangga miskin di Maluku memiliki 6,47 orang anggota rumah tangga.

“Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 4.901.672,-/rumah tangga miskin/bulan,” terangnya.

Secara umum, pada periode Maret 2014–Maret 2025, tingkat kemiskinan di Maluku mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase, perkecualian pada Maret 2015 dan September 2020.

Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2015 dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenai­kan harga bahan bakar minyak.

Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Jumlah penduduk miskin di Maluku pada Maret 2025 mencapai 287,76 ribu orang. Dibandingkan September 2024, jumlah penduduk miskin turun 6,2 ribu orang. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2024, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 7,62 ribu orang.

Dikatakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan selama periode September 2024–Maret 2025 di Maluku antara pertama, lain perkembangan inflasi di Provinsi Maluku cukup terkendali. Inflasi (y-on-y) pada September 2024 sebesar sebesar 1,79 persen, sementara terjadi inflasi (y-on-y) pada Februari 2025 sebesar 1,33 persen (y-on-y).

Kedua, perekonomian Maluku mendapat kontribusi besar dari sektor pertanian. Nilai tukar petani pada bulan Februari 2025 naik sebesar 3,91 persen dibandingkan September 2024 sebesar 98,04 persen pada September 2024 menjadi 101,95 pada Februari 2025.

Untuk diketahui, jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 16,42 persen atau 301,61 ribu orang, Maret 2024 sebesar 16,05 persen atau 297,69 ribu orang, September 2024 sebesar 15,78 persen atau 293,99 ribu orang dan pada Maret 2025 sebesar 15,38 persen atau 287,76 ribu orang. (S-09)

BERITA TERKAIT