MASOHI, Siwalima.id - DPRD Kabupaten Maluku Tengah, mengapresiasi langkah Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang melantik pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Jumat (20/2) kemarin.
Apresiasi itu disampaikan Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry MC Haurissa, kepada Siwalima.id, di Masohi, Sabtu (21/2).
Menurut Haurissa, proses pelantikan tersebut dilakukan secara profesional dan mencerminkan penerapan prinsip meritokrasi dalam penataan birokrasi di daerah ini.
“Sebagai Ketua DPRD Maluku Tengah, kami perlu mengapresiasi langkah yang diambil gubernur. Proses pelantikan pejabat eselon II ini, menunjukkan pendekatan yang profesional dan sesuai dengan iklim politik Maluku saat ini,” ujar Haurissa.
Ia menilai, rotasi dan pengisian jabatan yang dilakukan gubernur benar-benar mempertimbangkan kualitas, kapasitas serta kebutuhan daerah. Tidak terlihat adanya kepentingan politik praktis dalam proses tersebut.
“Jelas ini sudah dilakukan sesuai dengan iklim politik di Maluku. Tidak ada urusan bagi-bagi kue politik, tidak ada balas budi politik. Pendekatan meritokrasi itu sangat kelihatan,” tandas Haurissa.
Haurissa menegaskan, langkah gubernur lebih menitikberatkan pada standar kapasitas, kompetensi dan profesionalisme aparatur yang menduduki jabatan, bukan pada pertimbangan politik pasca pilkada.
“Kalau kita menilai satu per satu, mereka yang duduk pada jabatan itu jauh dari kepentingan politik. Yang menjadi pertimbangan adalah, kompetensi dan kelayakan kemampuan mereka dalam menduduki jabatan tersebut,” jelas Haurissa.
Ia juga menyebut, kebijakan ini, menunjukkan komitmen kuat gubernur dalam menata birokrasi yang lebih baik dan profesional, serta menjauhkan sentimen politik dalam pengambilan keputusan strategis.
“Ini sangat jauh dari sentimen politik. Justru ini langkah untuk menata birokrasi agar lebih profesional, bukan untuk membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, tetapi prinsip meritokrasi benar-benar terlihat wujudnya saat ini,” ujarnya.
Menurut Haurissa, pendekatan yang mengedepankan kualitas dan kompetensi, menjadi jawaban atas harapan publik Maluku terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
“Bagi kami ini role model baru yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan ke depan demi Maluku yang lebih baik,” cetus Haurissa.(S-17)