AMBON, Siwalimanes – Kapolda Maluku Irjen DaÂdang Hartanto minta kepada warga Negeri Kabauw dan Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menahan diri serta menyerahkan semua proses hukum kepada aparat keamanan.
Ha itu disampaikan KapolÂda saat melakukan kunjungan kerja bersama Pangdam XV Pattimura Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo dan GuÂbernur Maluku Hendrik LeweÂrissa melakukan kunjungan kerja sekaligus dialog damai di kedua negeri itu, Rabu (10/9).
Kunjungan ini dilakukan, menyusul adanya insiden bentrok antar warga dua neÂgeri bertetangga ini yang meÂneÂwaskan salah seorang warga.
Dalam dialog terbuka itu, tokoh masyarakat dan pemuÂda Negeri Kabau menyampaiÂkan aspirasi terkait penangaÂnan konflik.
Polri kata Kapolda, akan menyelesaikan permasalahan ini sebab Polri tidak akan tinggal diam. Namun proses hukum membutuhkan bukti kuat.
âUntuk itu kami mohon kerja sama masyarakat untuk menyampaikan setiap inforÂmasi, sekecil apa pun,â ucap kapolda.
Kunjungan ini menegaskan, koÂmitÂmen sinergi TNI/Polri dan pemda dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum.
Forkopimda Maluku juga berseÂpakat menyelesaikan konflik dengan pendekatan humanis dan rekonsiÂliatif.
âBersama masyarakat, kita pastiÂkan Pulau Haruku kembali aman, damai, dan bersatu sebagai tanah para orang basudara,â tutup kaÂpolda.
Untuk diketahui saat tiba di Negeri Kabauw, kapolda, pangdam dan gubernur serta bupati langsung mengunjungi rumah duka korban. Dalam suasana haru, jajaran pimpiÂnan forkopimda ini menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban.
âKami turut berduka cita yang mendalam. Saya minta seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat,â ucap kapolda.
11 Korban
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengaku, upaya pemuÂlihan pasca konflik antara warga Negeri Kailolo dan Kabauw di Kecamatan Pulau Haruku, KabuÂpaten Maluku Tengah, terus dilakuÂkan aparat keamanan bersama pemerintah daerah.
Bahkan, sehari setelah bentrokan yang menelan korban jiwa, TNI-Polri bersiaga di lokasi guna menjaga situasi tetap kondusif.
âHingga hari ini, jumlah korban bentrokan tercatat sebanyak 11 orang, dimana satu orang meninggal dunia, sedangkan 10 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, tiga korban masih dirawat di RSUP dr J Leimena Ambon, sementara sisanya jalani rawat jalan,â urai Kombes Rositah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (10/9) malam. .
Ia mengaku saat ini, situasi secara umum sudah kondusif. Aparat TNI-Polri terus berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada eskalasi susulan dan proses pemulihan sosial berjalan dengan baik.
Selain menjaga keamanan, langkah rekonsiliasi sosial juga ditempuh. Tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari kedua negeri dilibatkan aktif dalam dialog damai yang dimediasi Kapolda Maluku bersama pemerintah daerah.
âKami mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menyerahÂkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Mari kita jaga Maluku sebagai rumah bersama,â ajak Kombes Rositah.
TNI-Polri menurut Kombes Rositah, tetap disiagakan pada titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
Masyarakat dihimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing.
Tragedi ini, akan menjadi pengÂingat pentingnya menjaga nilai toleransi, persaudaraan, dan hidup berdampingan dalam damai.
âSemua elemen masyarakat diÂharapkan berperan aktif mencipÂtakan harmoni demi masa depan Maluku yang aman,â ajak Kombes Rositah. (S-25)