AMBON, Siwalima.id - Kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan tim dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman saat Banda Heritage Festival harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.
“Kami harap Pemkab Malteng memanfaatkan momentum Banda Heritage Festival mendorong percepatan penanganan kebutuhan perumahan bagi warga terdampak konflik maupun bencana,” pinta anggota Komisi III DPRD Malteng, Franky Loupatty dalam keterangan persnya di Ambon, Kamis (27/11).
Ia menjelaskan kehadiran Menteri dari Jakarta dan tim PKP harus menjadi peluang strategis untuk menyampaikan langsung kebutuhan mendesak masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, kami melihat festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga kesempatan penting bagi pemda memperjuangkan kebutuhan masyarakat Malteng, terutama sektor perumahan,” katanya.
Ia menyoroti persoalan perumahan warga pada sejumlah kawasan pasca konflik, bukan saja di di Kariu, tetapi juga desa atau negeri lain yang hingga kini belum terselesaikan.
Menurutnya kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar atau rusak akibat konflik menjadi tanggung jawab pempus.
“Beberapa waktu lalu kami sudah menyampaikan dalam rapat Komisi III, kebutuhan perumahan korban konflik harus segera diproses. Ada banyak daerah, yang sampai hari ini belum terselesaikan,” kesalnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.
“Hingga hari ini masih ada warga yang belum merdeka dari penderitaan, hidup di tenda dengan kondisi kesehatan yang rentan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” harapnya.
Olehnya Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng harus serius melobi pempus terutama menyangkut pembangunan rumah bagi korban konflik maupun bencana alam. “Kami berharap kehadiran tim dari kementerian memberi dampak nyata. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada alokasi program untuk membangun rumah korban sosial dan bencana di daerah ini,” pintanya. (S-25)