SIWALIMA.id > Berita
Longsor Batu Koneng Tutup Akses Jalan, Walikota: Segera Bangun Talud
Daerah , Headline | Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 23:15 WIT

AMBON, Siwalimanews – Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon, Minggu (17/8) mengakibatkan dampak bencana berupa banjir dan longsor di sejumlah titik di Kota Ambon.

Yang paling parah longsor terjadi di ruas jalan Y Syara­namual, Kawasan RT 005 RW 004, Dusun Batu Koneng, Desa Poka.

Pasalnya longsor besar terse­but mengakibatkan ruas jalan lumpuh total. Material longsoran berupa tanah, batu dan pepoho­nan menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda empat maupun dua tidak dapat melintas dan terpaksa memutar untuk melewati jalur Desa Passo.

Namun pada Senin (18/8) seba­gian material longsoran sudah mulai dibersihkan, dan kenderaan roda dua dan empat sudah bisa melewati jalur tersebut, akan tetapi hanya pada satu jalur saja, Yaitu sebelah kiri kalau dari arah Waiheru menuju ke Poka. Begitu juga kalau dari arah Poka ke Wayame harus lewat jalur sebelah kanan. Karena area pada jalur yang semestinya masih ditutupi material longsor.

Saiful Amiludin, salah satu saksi kepada Siwalima di lokasi kejadian mengungkapkan, sebelum terjadi longsor, ia sempat mendengar suara dentuman keras. Bahkan ia mera­sakan getaran seperti gempa bumi.

“Awalnya ada bunyi seperti gempa bumi tapi lebih kuat. Lalu tiba-tiba dengar suara gemuruh dan saya keluar ke jalan ternyata pohon rubuh (tumbang), “tuturnya.

Menurutnya kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIT. Akibat pohon tumbang tersebut, akses jalan lumpuh total. Sekitar pukul 21.00 WIT pihak kepolisian serta BPBD mengerahkan alat berat untuk membersihkan pohon yang tum­bang.

“Pas alat berat datang, masya­rakat bersama petugas sama-sama berupaya membersihkan pohon yang tumbang, akan tetapi karena cuaca yang belum berhenti hujan, maka pembersihan hanya sebisa saja, kemudian jalan sudah bisa dilewati tetapi hanya kendaraan roda dua, “terangnya.

Sementara itu, Kurniati (46) yang merupakan salah satu saksi lainnya menerangkan, sekitar pukul 02.00 WIT terjadi longsor susulan yang lebih besar sehingga mengakibatkan akses jalan lumpuh total karena material longsor berupa tanah, batu dan pohon menutupi seluruh badan jalan.

Akibatnya, masyarakat dari arah Waiheru menuju Poka maupun Kota Ambon terpaksa menempuh jalan memutar. Begitu juga dengan mas­yarakat dari Desa Poka, Waiame yang hendak ke arah Waiheru harus melewati jalan memutar melalui Jembatan Merah Putih.

Parahnya lagi, 1 unit alat berat yang dikerahkan untuk member­sihkan area longsor awal pada malam hari ikut tertimbun longsor susulan yang terjadi dini hari.

Walikota Tinjau Lokasi

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela saat meninjau lokasi tersebut, Minggu (17/8) mengakui, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan segera mela­kukan penananganan atas bencana yang terjadi, sebab kedua jalur yang mengalami longsor ini penting bagi masyarakat.

“Kita akan segera buat penanga­nan, paling tidak bangun talud penahan tanah untuk normalisasi jalur karena jalur itu penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Maluku yang telah melakukan penanganan material longsor dengan alat berat.

“Dalam beberapa jam jalurnya sudah bisa terakses kembali oleh masyarakat,” tambahnya.

Menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi di Wilayah Kota Ambon, Walikota juga berpesan kepada mas­yarakat agar tetap waspada, sebagai bagian dari mitigasi ben­cana.

“Hindari tempat- tempat yang berpotensi terjadinya bencana, lereng gunung, bantaran sungai, supaya paling tidak kita mengindari korban jiwa saat terjadi bencana,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan me­ngungkapkan, pada setelah terjadi­nya bencana longsor di Batu Ko­neng, BPBD bersama pihak terkait lainnya telah berupaya member­sihkan material longsor.

“Sampai pada Senin (18/8) itu angkutan umum baik roda 2 maupun roda 4 sudah bisa melewati jalur tersebut akan tetapi hanya pada satu jalur saja. Yaitu sebelah kiri kalau dari arah Waiheru menuju ke Poka. Begitu juga kalau dari arah Poka ke Wayame harus lewat jalur sebelah kanan. Karena area pada jalur yang semestinya masih ditutupi material longsor, “terangnya.

Selain itu, BPBD juga telah ber­upaya maksimal untuk menangani berbagai bencana baik longsor maupun banjir yang terjadi di Kota Ambon.

“BPBD berupaya melakukan pe­nanganan darurat dengan mem­berikan bantuan berupa terpal untuk menutupi lokasi longsor di Gunung Malintang serta memberikan ban­tuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat,“ kata Tatipikalawan.

Dilanda Banjir

Hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya sejak, Jumat (15/8) hingga Minggu (17/8) mengakibatkan sejumlah lokasi di Kota Ambon mengalami bencana banjir dan longsor serta pohon tumbang.

Dari data yang dihimpun Siwa­lima, akibat hujan deras terjadi banjir dibeberapa lokasi seperti di Desa Poka, tepatnya ruas jalan utama depan Fakultas Kedokteran Unpatti mengalami banjir. Kemudian di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Dinas Pariwisata, akibat genangan air.

Selanjutnya di depan SPN Passo, juga terjadi banjir dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Aki­batnya sejumlah kendaraan roda dua yang melewati lokasi tersebut ada yang mogok. Kondisi tersebut terjadi sejak pukul 14.00 WIT hingga 20.00 WIT.

Selain itu, banjir juga terjadi di Negeri Lama, Waiheru, Mardika, dan Batu Merah. Sementara di Desa Rumatiga, menyebabkan sejumlah kafe dan pertokoan tergenang.

Sejumlah sekolah juga ikut terdampak, antara lain SMP Negeri 13 Passo dan SD Negeri 3 Hative Besar. Proses belajar mengajar ter­henti, siswa terpaksa dipulangkan lebih awal.

Tidak hanya banjir, longsor besar juga terjadi di beberapa titik seperti di Gunung Malintang, Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Sabtu (16/8) pada pukul 10.30 WIT. Longsor juga terajdi di Desa Ema, dan Ongkoliong.

Data Resmi BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Darah Kota Ambon, resmi menge­luarkan data kejadian bencana longsor dan pohon tumbang yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Ambon.

Berdasarkan data BPBD Kota Ambon, akibat hujan lebat yang mengguyur kota ini sejak 16-17 Agustus, mengakibatkan longsor dan banjir serta pohon tumbang terjadi di puluhan titik yang me­ngakibatkan sejumlah rumah warga yang terkena dampak bencana tersebut.

BPBD Kota Ambon menyebutkan, bencana longsor dan pohon tum­bang terjadi di Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe tepatnya di Jalan Perumtel Gunung Nonal pada wilayah RT 002/RW 007, kemudian di Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau tepanya di kawasan Gunung Malintang RT005/RW006.

Longsor juga terjadi di Batu Ga­jah, Kampung Booi RT005/RW003, selanjutnya di Negeri Kilang, Ke­camatan Leitimur Selatan tepatnya di RT001/RW001 serta di Kelurahan Urimesing, Kecamatan Nusanine, tepatnya Ponogoro Atas RT004/RW001 dan juga di RT003/RW004.

Longsor juga terjadi di Desa Hative Besar, Negeri Ema, Batu Merah Kepala Air dan Dusun Batu Koneng, Desa Poka. Sementara Banjir juga terjadi di Desa Passo, Tepatnya di depan SPN Passo, kemudian di Desa Poka tepatnya di depan Fakultas Kedokteran Unpatti, serta di Desa rumah Tiga.

Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kota Ambon Frits Tatipikalawan mengungkapkan, dengan mening­katnya kejadian bencana, maka walikota menetapkan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrim.

Penetapan perpanjangan status tanggap darurat ini, diambil  berdasarkan hasil rapat bersama pimpinan OPD dan instansi teknis lainnya, serta rekomendasi Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon (Hasil Kaji Cepat Tim TRC), sekaligus mengaktifkan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana yang berlokasi di Balai Kota Ambon dan Kantor BPBD.

“Untuk mengurangi dan mengantisipasi resiko kejadian serta ancaman bencana, maka diberikan bantuan logistik dan peralatan kepada masyarakat terdampak yang melaporkan kejadian serta ancaman bencana tersebut, ataupun laporan, para raja/kades/lurah/camat setempat dan laporan layanan pengaduan bencana,” jelas Frits, kepada wartawan di Balai Kota, Minggu (17/8).

BPBD Kota Ambon kata Firts, melakukan diseminasi Informasi berupa himbauan melalui media sosial (Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Tiktok) maupun infografis kejadian bencana. Selain itu, petugas Pos Komando Tanggap Darurat dan Pusdalops-PB tetap melakukan piket 1×24 jam.

“Petugas Pos Komando Tanggap Darurat dan Pusdalops-PB memberikan bantuan logistik dan peralatan berupa terpal, sekop, gerobak, karung dan lain-lain,” ujar Frits.

Selain itu, petugas Pos Komando Tanggap Darurat dan Pusdalops-PB melakukan peninjauan, pendataan dan penanganan darurat di titik-titik lokasi kejadian bencana tanah longsor maupun banjir yang mengakibatkan terganggunya aktifitas masyarakat setempat.

“Personel BPBD bekerja sama dengan Dinas PUPR, Balai Jalan dan masyarakat melakukan pena­nganan darurat di lokasi kejadian bencana tanah longsor di Dusun Batu Koneng,” jelas Frits.(S-29)

BERITA TERKAIT