SIWALIMA.id > Berita
Mahasiswa UKIM Saling Serang, Ruang Dosen Jadi Sasaran
Headline , Hukum | Rabu, 5 November 2025 pukul 15:44 WIT

AMBON, Siwalima.id - Aksi anarkis kembali men­coreng dunia pendi­dikan tinggi di Kota Ambon, dimana puluhan ma­hasiswa Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) me­lakukan aksi penyerangan ke Fakultas Hukum dan melakukan penganiayaan terhadap sejumlah maha­siswa yang berujung pada rusaknya ruang dosen, pada Fakultas Hukum, Se­lasa (4/11) siang. 

Insiden yang memalu­kan dunia pendidikan ini terjadi ditengah aktivitas perkuliahan yang tengah berlangsung di kampus UKIM, di Jalan OT Patti­maipauw, Tanah Lapang Kecil.

Menurut para korban aksi premanisme di kam­pus UKIM ini menuturkan, mereka tidak tahu jelas apa alasan para mahasiswa Fakultas Teknik ini mendadak menyerang mereka.

Pasalnya, saat itu mereka de­ngan rekan-rekan Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi sementara duduk didepan ruang kuliah sambil menunggu jadwal perkuliahan. 

“Tiba-tiba mereka (Mahasiswa Fakultas Teknik) langsung menye­rang dan melakukan pemukulan secara membabi buta. Mereka la­kukan aniaya bukan dengan ta­ngan kosong saja, sebab ada pelaku juga yang gunakan kayu dan batu,” beber para korban, kepada warta­wan di depan Kampus UKIM.   

Untuk menyelematkan diri, akhirnya para mahasiswa Fakultas Hukum dan sebagain Fakultas Ekonomi yang ikut dianiaya lari menyelamatkan diri menuju ruang dosen Fakultas Hukum. Namun, aksi premanisme tersebut, justru semakin menjadi-jadi. 

Pasalnya, para preman dari mahasiswa teknik ini menerobos masuk ke ruang dosen dan melan­jutkan penganiayaan di dalam ruangan, sambil merusak fasilitas yang ada dalam ruang dosen, berupa kursi, meja dan peralatan kantor hancur berantakan akibat tindakan anarkis tersebut.

Akibat kejadian itu, beberapa mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Ekonomi mengalami luka-luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis. Sementara ruang dosen Fakultas Hukum kini dalam kondisi rusak berat. Insiden ini sontak menimbulkan kepanikan di lingkungan kampus dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Tak ingin berdiam diri, para kor­ban langsung melaporkan tindakan kekerasan ini ke Polres Pulau Ambon. Empat mahasiswa yang men­jadi korban masing-masing Herpi Tetelepta, Septian Tilukay, Ridwan Kunjung Lekena dan Elcon Sinay (Mahasiswa Fakultas Ekonomi UKIM) melapor­kan pelaku berinisial JRT, maha­siswa Fakultas Teknik ke Polresta Pulau Ambon.  “Kami juga telah menjalani visum di rumah sakit untuk kepen­tingan penye­lidikan,” beber keem­pat korban.

Para korban berharap, pihak Pol­res­ta Pulau Ambon segera meng­usut tuntas kasus ini, agar tidak me­nimbulkan konflik yang berke­lan­ju­tan antar mahasiswa di internal UKIM

Sementara itu, pihak kampus belum memberikan penjelasan resmi, pasalnya saat dikonfirmasi wartawan, Dekan Fakultas Teknik UKIM, Richrisna Helena Waas, memilih bungkam. “No comment,” ucap Waas. (S-26)

BERITA TERKAIT