SIWALIMA.id > Berita
Masalah Lahan, Program CSR di SBT Terancam Batal
Daerah | Kamis, 4 Juni 2026 pukul 13:11 WIT

BULA, Siwalima.id - Program Cetak Sawah Rakyat yang digagas pemerintah pusat di Kabupaten Seram Bagian Timur terancam batal akibat permasalahan lahan.

Lahan program CSR di SBT rencananya berpusatkan di Desa Jakarta Baru, Kecemasan Bula Barat.

Pelaksana Tugas Kadis Pertanian SBT, Sofyan Waraiya menjelaskan dalam proses pematangan lahan terjadi protes dari warga setempat yang membuat kegiatan pematangan sempat terhenti.

Ia menjelaskan sebelum dilakukan pematangan lahan, sudah dilakukan pertemuan  dengan Camat Bula Barat, kepala desa, masyarakat pemilik lahan, Tim Unpatti, TNI/Polri dan Dinas Tenaga Kerja.

“Kita semua bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan yang terhambat akibat dari ada warga yang mengklaim lahannya itu digusur, terangnya.

Berdasarkan hasil dari transmigrasi, lahan itu tetap menjadi milik masyarakat dan setelah dilakukan kesepakatan, proses pekerjaan dilanjutkan.

Pada prinsipnya masyarakat ingin untuk lahan itu dicetak. Hanya status lahan ini yang dikhawatirkan jangan sampai diberikan kepada yang lain itu yang mereka melakukan komplain, jelasnya.

Menurutnya, dari lima desa yang melaksanakan program CSR dan kendalanya hanya di desa Jakarta Baru.

“Itu hanya salah seorang warga saja tidak mau, semua terkait dengan status lahan yang belum jelas. Dan domainnya itu berada pada dinas transmigrasi dan kita hadirkan mereka disana dan sudah clear terkait dengan peta pembagian lahan,” katanya.

Menurut rencana program CSR akan menggunakan lahan seluas 1.362 hektar yang tersebar pada 9 titik di daerah transmigrasi.

“Lokasi itu akan dibangun di Desa Sumber Agung, Jakarta Baru, Banggoi Pancoran dan Wai Kudal,” jelas Sofyan kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Dikatakan, untuk empat desa lainnya yakni Desa Aki jaya, Matakabu, Waesamet dan Rukun Jaya sementara dalam proses mobilisasi peralatan.

“Mungkin dalam waktu dekat juga mengikuti pelaksanaan seperti lima desa lainnya,” janjinya.

Dirinya menyebut tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana luasan sawah ini dapat kita tingkatkan, kemudian produksi pangan khususnya beras ini juga dapat kita tingkatkan.

“Tentu jika lahan dibuka petani menanam, produksi ditingkatkan itu berdampak terhadap pening­-ka­tan perekonomian bagi masya­rakat kita,” tandasnya.(S-27)

BERITA TERKAIT