AMBON, Siwalima.id - Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima mengaku, siap menjawab akan kebutuhan masyarakat soal air bersih.
Kesiapan ini ditunjukan Perumda Tirta Yapono, dikarenakan setiap kunjungan walikota ke masyarakat, banyak warga yang menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah air bersih.
Walaupun pengalaman di lapangan menunjukkan, adanya perbedaan antara aspirasi masyarakat saat kunjungan walikota, dengan realisasi pendaftaran sambungan rumah setelah jaringan air bersih tersedia.
“Kita belajar dari pengalaman. Saat kunjungan walikota ke masyarakat, banyak warga yang sampaikan kebutuhan utama mereka adalah air bersih. Karena itu Perumdam selalu siap kapan saja jawab kebutuhan tersebut,” tandas Saimima kepada Siwalima.id di Ambon, Selasa (10/3).
Menurut Saimima, penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas, Pemkot Ambon. Untik itu, Perumdam bergerak cepat menyiapkan jaringan di sejumlah titik yang sebelumnya diusulkan masyarakat.
Namun dalam pelaksanaannya, minat warga untuk mendaftar sebagai pelanggan belum sesuai dengan harapan. Contohnya, kondisi di kawasan Diponegoro Ambon.
Pada wilayah tersebut, Perumdam telah menggelontorkan investasi hampir Rp60 juta untuk pembangunan jaringan air bersih. Namun hingga kini belum ada warga yang benar-benar melakukan pembayaran sambungan ke rumah.
“Awalnya ada lima warga yang mendaftar, tetapi satu orang sudah menarik diri, sehingga tersisa empat. Sampai sekarang belum ada yang melakukan pembayaran sambungan rumah, padahal jaringan sudah kami siapkan,” jelas Saimima.
Ia mengaku, Perumdam tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Namun tanpa adanya pemasukan dari pelanggan, pelayanan air bersih juga akan menghadapi kendala dalam operasional.
“Walaupun kita tidak fokus pada pendapatan, tetapi kalau tanpa pendapatan tentu kita juga akan mengalami masalah. Jaringan sudah tersedia, artinya pelayanan kepada masyarakat tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah kita bangun, karena itu juga berdasarkan permintaan mereka,” beber Saimima.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Benteng Atas Ambon, tepatnya di wilayah Oikumene. Saat kunjungan walikota ke kawasan tersebut, warga menyampaikan dua kebutuhan utama, yakni air bersih dan perbaikan jalan.
Menindaklanjuti permintaan itu, Perumdam bergerak cepat dengan menghadirkan jaringan air bersih hanya dua minggu setelah kunjungan dilakukan.
“Jaringannya sudah sampai di depan rumah warga, tetapi sampai hari ini baru enam orang yang mendaftar dan melakukan pembayaran. Minggu depan kami akan mulai pemasangan untuk enam pelanggan tersebut,” cetus Saimima.
Untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, Perumdam Tirta Yapono akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah di tingkat bawah, terutama melalui Ketua RT, agar data kebutuhan masyarakat lebih akurat sebelum pembangunan jaringan dilakukan.
“Kedepan kami membutuhkan respon yang lebih jelas dari masyarakat melalui RT. Warga yang ingin mendaftar harus melalui RT, kemudian staf Perumdam akan turun melakukan verifikasi di lapangan,” tutur Saimima.
Apabila aspirasi masyarakat disampaikan langsung saat kunjungan walikota di lapangan kata Saimima, Perumdam tetap akan menindaklanjutinya, namun tetap menunggu konfirmasi resmi dari Ketua RT sebelum pembangunan jaringan dilakukan.(Mg-1)