SIWALIMA.id > Berita
Walikota Tegaskan Objektif Tentukan Sekot
Headline , Pemerintahan | Senin, 20 April 2026 pukul 15:10 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bo­dewin Wattimena menegaskan, setiap pemimpin diberikan hikmah dan kebi­jaksanaan dalam me­nentukan kepu­tusan, termasuk da­lam memilih pejabat yang akan menduduki jabatan strategis di lingkup pe­merintahan.

Menurutnya, proses pe­nilaian terhadap calon pejabat termasuk Sekretaris Kota (Se­kot) Ambon, tidak hanya dida­sar­kan pada aspek administratif sema­ta, tetapi juga mem­pertimbangkan sisi kepemimpinan yang ha­nya dapat dirasakan langsung oleh kepala daerah seba­gai Pejabat Pembina Ke­pegawaian.

“Satu hal yang harus diingat, kepada setiap pemimpin diberikan hik­mah untuk memimpin. Hikmah itu, pemimpin sendiri yang merasakan­nya orang lain tidak bisa,” ujar walikota kepada Si­walima di Ambon, Sabtu (18/4)

Terkait hubungan kerja dengan Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, Walikota menyebut sejauh ini berjalan dengan baik.

“Soal kerja dengan Pak Robby Sapulette saya rasa baik-baik saja. Pak Robby patut bersyukur karena sudah mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” katanya.

Meski demikian, walikota menegaskan kesempatan serupa terbuka bagi figur lain yang memiliki potensi dan kemampuan yang sama apabila diberikan kepercayaan.

Ia menjelaskan, dalam menentukan pejabat definitif terdapat sejumlah aspek khusus yang menjadi penilaian Pejabat Pembina Kepegawaian.

Menurutnya, penilaian objektif mencakup kepangkatan, capaian kinerja, dan rekam kerja masing-masing calon yang telah dievaluasi setiap tahun.

Sementara itu, terdapat pula pertimbangan subjektif yang melekat pada kewenangan kepala daerah, terutama menyangkut integritas dan karakter calon pejabat.

“Kalau objektif itu soal kepangkatan, kinerjanya ada, capaian kerja masing-masing yang ditangani setiap tahun. Soal integritas, itu subjektivitas dari walikota, karena Walikota yang tahu siapa yang punya integritas baik dan siapa yang tidak,” ujarnya.

Walikota menambahkan, dirinya terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun pihak lain, sepanjang disertai data dan fakta yang jelas.

“Masukan-masukan itu jadi pertimbangan, tapi masukan yang sesuai data. Saya tidak bisa dipengaruhi dengan asumsi,” tegasnya.

Ia menekankan, informasi yang hanya bersifat dugaan atau bertujuan menjatuhkan pihak tertentu tidak akan mempengaruhi keputusan yang diambil.

“Kalau hanya asumsi untuk menjatuhkan orang tertentu, itu tidak berpengaruh kepada saya,” tandasnya.(Mg-1)

BERITA TERKAIT