SIWALIMA.id > Berita
18 Peserta Gugur Masuk Tamtama Polri
Daerah | Kamis, 7 Mei 2026 pukul 13:33 WIT

AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 18 orang peserta calon tamtama polri tahun 2026 dinyatakan gugur dalam tes psikologi yang dilaksanakan menggunakan sistem CAT.

Rilis Humas Polda Maluku yang diterima Siwalima, Rabu (6/5) menyebutkan, kegiatan yang berlangsung di Politeknik Negeri Ambon, Selasa (5/5), diikuti oleh 56 peserta.

Seleksi dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Maluku, AKBP Thukul Handayani bersama panitia dari Bag Dalpers.

Handayani mengatakan, dalam pelaksanaannya, proses seleksi diawasi oleh unsur internal seperti Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku.

Selain itu, pengawasan eksternal turut melibatkan Himpunan Psikologi Indonesia guna menjamin objektivitas dan akuntabilitas.

Seleksi katanya juga dilaksanakan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Transparansi seleksi kami wujudkan melalui sistem real-time score, sehingga peserta dapat langsung mengetahui hasil ujian setelah tes selesai,” ujarnya.

“Dari hasil CAT psikologi 38 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara 18 peserta lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) atau gugur,” ungkapnya.

Sebagai bentuk pendekatan humanis, Biro SDM Polda Maluku bersama HIMPSI Maluku juga memberikan layanan konseling kepada peserta yang belum lulus.

"Pendampingan ini bertujuan membantu peserta memahami kekurangan mereka sebagai bahan evaluasi untuk kesempatan berikutnya, jelasnya.

Peserta yang belum berhasil tetap ia menyebut akan berikan edukasi dan pendampingan agar lebih siap ke depan.

Seluruh rangkaian seleksi berlangsung aman, tertib dan lancar. Peserta yang lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan, penerapan sistem CAT berbasis real-time score dinilai menjadi             langkah penting dalam meningkatkan transparansi rekrutmen Polri.

"Sistem ini memungkinkan peserta memantau hasil secara langsung, sehingga dapat meminimalkan potensi kecurangan," katanya.

Di sisi lain, keterlibatan pengawas internal dan eksternal memperkuat akuntabilitas proses seleksi. 

Pendekatan humanis melalui layanan konseling juga mencerminkan perubahan paradigma rekrutmen Polri yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada pembinaan sumber daya manusia.(S-25)

BERITA TERKAIT