BULA, Siwalima.id - Sebanyak 1. 861 siswa yang tersebar di 56 SMP di Kabupaten Seram Bagian Timur mengikuti ujian akhir sekolah yang dilaksanakan serentak di Bumi Ita Wotu Nusa mulai Senin 11 Mei.
Kepala Dinas Pendidikan Afiudin menjelaskan jumlah peserta ujian akhir sekolah tahun ini mencapainya 1. 861 siswa, yang tersebar di satuan pendidikan.
“Hari ini kita hadir bukan sekedar membuka kegiatan rutin tahunan, tetapi menegaskan komitmen kita terhadap mutu pendidikan di SBT,” katanya dalam sambutan ketika membuka ujian akhir di SMP Negeri 4 SBT, Senin (11/5).
Dikatakan ujian sekolah adalah momentum penting untuk mengukur capaian belajar sekaligus menanamkan nilai kejujuran, disiplin dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan itu ia juga berpesan agar peserta dapat mengerjakan semua soal dengan baik agar hasilnya maksimal.
“Ujian ini harus berjalan bersih dan bermartabat. Lebih baik hasilnya apa adanya, daripada tinggi tetapi tidak jujur,” ingatnya.
Selain itu juga panitia dan pengawas juga diminta menjalankan tugas sesuai prosedur. Administrasi harus lengkap, tata tertib ditegakkan, dan pengawasan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Jika kita ingin peserta didik disiplin, maka kita harus lebih dahulu menunjukkan disiplin itu,” pesanya.
Kepada para peserta ia juga meminta agar apa yang kalian hadapi hari ini adalah hasil dari proses belajar yang telah kalian jalani.
“Jangan takut, jangan ragu. Tunjukkan kemampuan terbaik sekalian dengan cara yang jujur,” ujarnya.
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan juga meminta kepada seluruh 56 satuan pendidikan memastikan pelaksanaan ujian sekolah berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan.
“Dinas Pendidikan akan melakukan monitoring untuk memastikan standar pelaksanaan benar-benar dijaga. Semoga berjalan lancar dan membawa hasil terbaik bagi masa depan kita,” harapnya.
183 Siswa SMP Negeri 4 SBT
Ujian akhir sekolah tahun ajaran 2025/2026 di SMP negeri 4 SBT juga diikuti oleh 183 siswa mulai dari 11-18 Mei.
Kepala SMP Negeri 4 SBT, Nurjana Nurlette mengatakan, ujian sekolah yang dilaksanakan saat ini akan diawasi ketat.
Jadi jadi bukan hanya nilai tapi karakter dan sikap anak itu juga sebagai sebuah penentu kelulusan,” terangnya.
Untuk kesiapan pelaksanaan ujian, pihaknya sudah membentuk tim sebulan sebelum kegiatan ini berlangsung.
Selain pembelajaran dan soalnya kata dia, pihaknya juga melakukan persiapan sarana untuk ruang ujian.
Untuk hari pertama sampai akhir semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah yakni, agama, PPKn, bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, IPA, IPS, informatika, Penjaskes seni budaya dan mulok.
“Satu hari ada 2 mata pelajaran diuji. masing-masing mata pelajaran berlangsung selama dua jam,” tandasnya.(S-27)