SIWALIMA.id > Berita
68 Kasus Stunting di Nusaniwe Jadi Perhatian Serius
Online | Selasa, 5 Mei 2026 pukul 22:17 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kecamatan Nusaniwe, terus mempercepat penanganan stunting di kecamatan tersebut melalui langkah terpadu lintas sektor.

Berdasarkan data monitoring dan evaluasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) tahun 2026, tercatat sebanyak 68 kasus stunting di wilayah Kecamatan Nusaniwe. 

Kasus-kasus tersebut tersebar di sejumlah kelurahan dan negeri yang terdiri dari, Kelurahan Nusaniwe terdapat 8 kasus, Keluarahan Benteng 7 kasus, Keluarahan Wainitu 11 Kasus, Keluarahan Kudamati 22 Kasus, Keluarahan Mangga Dua 2 kasus, Keluarahan Urimessing 10 kasus, Keluarahan Silale 2 kasus, Keluarahan Waihaong 1 kasus, Negeri Latuhalat 2 kasus dan Negeri Seilale 3 kasus.

Pelaksana tugas Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru mengaku, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi penghambat utama penanganan stunting.

Sejumlah persoalan itu yakni, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membawa anak ke posyandu, pola asuh yang belum optimal, tekanan ekonomi keluarga, serta minimnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil.

“Ini masalah serius, tidak bisa dibiarkan. Harus ditangani secara bersama dan terukur,” tandas Tuhuteru kepada Siwalima.id di Balai Kota Ambon, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, Kecamatan Nusaniwe memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah desa dan Pemerintah Kota Ambon. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan puskesmas, posyandu, PKK, serta dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial, agar program berjalan secara terintegrasi.

Selain itu, delapan aksi konvergensi stunting turut dijalankan secara sistematis, mulai dari analisis situasi, perencanaan, rembuk stunting, penguatan regulasi desa, pembinaan kader, pengelolaan data, evaluasi kinerja, hingga publikasi hasil.

Sebagai bentuk inovasi, Kecamatan Nusaniwe juga meluncurkan program RESPECT (Reaksi Cepat Penanganan dan Pencegahan Stunting). Program ini mengedepankan keterlibatan aktif Kader Pembangunan Manusia (KPM), pemerintah desa, tenaga gizi, serta kader posyandu melalui metode kunjungan langsung ke rumah warga.

“Pendekatan door to door memastikan kondisi bayi dan balita dapat dipantau langsung, tidak sekadar berdasarkan data,” ujar Tuhuteru.

Dalam memperkuat edukasi masyarakat menurutnya, TPPS Kecamatan Nusaniwe juga menggandeng TNI dan Polri melalui peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu dan anak.

Untuk itu, dengan strategi yang agresif dan kolaboratif, Pemerintah Kecamatan Nusaniwe optimis angka stunting di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.(S-30)

BERITA TERKAIT