SIWALIMA.id > Berita
Ambon Layak Jadi Lokomotif Digitalisasi Keuangan di Maluku
Ekonomi | Jumat, 17 April 2026 pukul 14:22 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena  mengaku Kota Ambon layak jadi lokomotif penerapan keuangan digital di Maluku.

“Digitalisasi keuangan di Kota Ambon berada di angka 60 persen lebih. Artinya, Ambon memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi perkembangan ekonomi digital dan literasi di Maluku,” kata walikota kepada wartawan di sela-sela kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest yang berlangsung di Pattimura Park, Kamis (16/4).

Walikota menjelaskan, berbagai kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sektor keuangan riil, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di berbagai sektor

“Kita harus membangun inklusi dan literasi keuangan yang kuat. Ekonomi yang tangguh hari ini adalah ekonomi yang mampu menyesuaikan diri dengan digitalisasi,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peluang besar pengembangan ekonomi syariah di Kota Ambon, terutama setelah kota ini dicanangkan sebagai Kota Wakaf.

Menurutnya, literasi terkait perbankan syariah menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah.

“Literasi khususnya untuk bank syariah ini penting untuk kita hidupkan di Kota Ambon, apalagi Ambon sudah dicanangkan sebagai kota wakaf. Ekonomi syariah akan sangat mendukung hal itu,” jelasnya.

Pemerintah Kota Ambon juga berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sektor UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam waktu dekat, Pemkot Ambon akan meluncurkan sistem pembayaran digital di sejumlah titik strategis UMKM sebagai upaya meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pedagang kecil dan menengah.

“Langkah ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan inklusi keuangan di tingkat UMKM,” ungkapnya.

Pada kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 tersebut, Pemerintah Kota Ambon bersama Bank Indonesia juga meluncurkan zona pembayaran digital di tiga ruang terbuka publik, yakni RTP Amahusu, Air Salobar dan Wainitu.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas ekosistem transaksi non-tunai serta mempercepat transformasi ekonomi digital di Kota Ambon

BI Dorong Transformasi Digital

Pada kesempatan itu juga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku mendorong percepatan transformasi digital di wilayah Maluku lewat ekosistem ekonomi syariah.

BI mencatat, kinerja ekonomi Maluku menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,44 persen pada triwulan IV 2025.

“Capaian tersebut menjadi dasar optimisme untuk terus memperkuat sektor-sektor ekonomi unggulan di daerah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku, Ditha Aditya Nugraha dalam sambutan saat membuka Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia yang digelar Pattimura Park, Ambon, Kamis (16/4).

Dirinya menjelaskan kegiatan ini juga menjadi momentum bagi BI untuk terus memperkuat kerja sama dan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Untuk itu ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi.

 Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mempercepat transformasi digital di wilayah Maluku.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon,” ujar dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran merupakan strategi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan literasi dan edukasi kepada masyarakat terkait ekonomi syariah, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM, khususnya di sektor modest fashion dan produk halal,” katanya.

Selain itu, BI juga memperluas implementasi transaksi digital melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta penggunaan QRIS di kalangan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut diramaikan dengan berbagai agenda, seperti edukasi cinta rupiah, program kemitraan, hingga peluncuran sejumlah program strategis, termasuk digitalisasi sistem pembayaran daerah dan pengembangan kawasan kuliner halal.

Sebanyak puluhan pelaku UMKM serta 18 perbankan dan instansi terkait ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Berbagai aktivitas seperti pameran produk, perlombaan, dan hiburan disiapkan untuk menarik minat masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi dan promosi, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” tutupnya.

Ikut Pameran

Sebanyak 30 pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Maluku turut ambil bagian dengan memamerkan beragam produk unggulan daerah yang digelar di Pattimura Park.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Ditha Aditya Nugraha, mengatakan digifest merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mendorong penguatan ekonomi digital, khususnya di sektor UMKM.

“Digifest ini kami hadirkan untuk mempercepat adopsi digital di kalangan UMKM, baik dari sisi pemasaran maupun transaksi pembayaran non-tunai seperti QRIS,” ujarnya.

Selain pameran produk, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai agenda edukatif, seperti literasi keuangan digital, sosialisasi sistem pembayaran digital, serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha.(Mg-1)

BERITA TERKAIT