SIWALIMA.id > Berita
Australia-Indonesia Perkuat Restorasi Bakau di Ambon
Pemerintahan | Selasa, 27 Januari 2026 pukul 14:40 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program (DAP) terus menunjukkan komitmennya dalam men­du­kung upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat pesisir di Indonesia. Salah satu kota yang dilirik ialah Kota Ambon.

Hal ini ditandai dengan kun­jungan Konsul Jende­ral Todd Dias ke Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Senin (26/1), untuk meninjau la­ngsung pelaksanaan pro­yek DAP yang diinisiasi oleh Institut Tifa Damai. 

Dalam rilis yang diterima Siwalima, kunjungan kerja Konsul Jenderal Todd Dias yang ketiga kalinya dalam periode dua tahun terakhir di Provinsi Maluku, guna menjalankan proyek ‘Restorasi Ekosistem Bakau di Desa Poka, Ambon’. Tujuannya yakni untuk memulihkan ekosistem Bakau yang terdegradasi melalui pena­naman bakau dan perlindungan kawasan pesisir dari berbagai ancaman. 

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan wilayah pesisir serta mengurangi risiko bencana yang secara langsung ber­dampak pada masyarakat setempat. Selain manfaat ekolo­gis, proyek ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan me­lalui keterlibatan aktif masyarakat Desa Poka dan kelompok pemer­hati lingkungan lokal dalam seluruh tahapan pelaksanaan. 

Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk memperkuat pe­ngetahuan, kesadaran, dan kapa­sitas masyarakat untuk mengelola dan melindungi ekosistem bakau secara berkelanjutan. 

Konsul Jenderal Todd Dias menyampaikan rasa senangnya dapat menyaksikan langsung dampak proyek DAP di Desa Poka. 

“Saya sangat senang dapat melihat secara langsung proyek DAP di Desa Poka yang berfokus pada isu lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program dan menjadi bukti nyata komitmen Australia dan Indonesia untuk terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan lingkungan,” ungkapnya. 

Kunjungan ini menegaskan kuatnya kemitraan Australia–Indonesia dalam mendukung pemba­ngunan berkelanjutan, khususnya dalam perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan pesisir. 

Setiap tahun, Konsulat-Jenderal Australia di Makassar mendanai 4-6 proyek di wilayah kerjanya melalui Direct Aid Program. Program ini merupakan dana hibah berskala kecil dari Pemerintah Australia yang dikelola oleh kantor-kantor diplomatik Australia di luar negeri, termasuk Konsulat-Jenderal Australia di Makassar. 

Melalui program ini, proyek yang didanai sangatlah beragam, mulai dari proyek yang mendukung ekonomi sirkular dan pengolahan limbah, inklusi disabilitas, pem­berdayaan ekonomi perempuan, hingga pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim demi meningkatkan ketahanan pangan, serta isu lingkungan lainnya.

Kepala Desa Poka, Ibu Martina Kelbulan, menyampaikan apre­siasi atas dukungan yang diberikan melalui proyek ini. 

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program restorasi bakau ini. Masyarakat Desa Poka sudah mulai merasakan manfaatnya, baik untuk perlindungan pesisir mau­pun untuk kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lainnya, “ujarnya. 

Direktur Institut Tifa Damai, Justus Pattipawae, juga meng­apresiasi dukungan yang diberi­kan melalui Program DAP. 

“Kami sangat berterima kasih atas adanya Program DAP di Desa Poka. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya restorasi lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga alam mereka sendiri, “pungkasnya.(S-29)

BERITA TERKAIT