SIWALIMA.id > Berita
Bentrok Antar Warga Kabauw & Kailolo, 1 Tewas, 5 Luka
Online | Rabu, 10 September 2025 pukul 03:13 WIT

AMBON, Siwalimanews – Bentrok antar warga Kabauw dan Kailolo di Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku menyebabkan, 1 warga meninggal dunia dan 5 lainnya mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Rositah Umasugi menjelaskan, bentrokan antar dua negeri bertetangga itu terjadi pada, Selasa (9/9) sekitar pukul 11.45 WIT. Ketegangan itu, dipicu persoalan individu yang kemudian meningkat menjadi bentrokan antar warga pada dua negeri bertetangga itu.

Insiden bermula, ketika seorang warga Kabauw berinisial RK (27) bersama anaknya dalam perjalanan membeli cat dan menjemput saudaranya di SD Kailolo, namun saat tiba di depan Dermaga Penyeberangan Ferry Wainana, RK mengalami dianiaya oleh sejumlah pemuda.

“Tak terima mendapatkan kekerasan, RK kemudian kembali ke Kabauw dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya,” ungkap Kombes Rosita.

Lataran tidak terima ada warga Kabauw yang dianiaya, akhirnya terjadilah bentrokan di perbatasan hingga merembet ke Dusun Wainana termasuk ke area sekolah.

Akibat bentrokan itu, salah satu warga dilaporkan meninggal dunia dengan inisial SP (37), karena mengalami luka tembak, sementara 5 warga lainnya mengalami luka-luka.

Lima warga yang mengalami luka-luka yakni, RK (27) mengalami luka di kepala, IK (14) mengalami  lebam di wajah akibat benda tumpul, WK (25) mengalami luka di kaki akibat serpihan, selanjutnya FK (2) lecet setelah terjatuh dari sepeda motor dan AL (25) mengalami luka tembak di bagian kaki.

“Sementara untuk data korban dari pihak Negeri Kailolo masih diverifikasi personel polisi,” beber Kombes Rosita.

Menurut Rositah, untuk meredam bentrokan itu, aparat gabungan TNI/Polri langsung bergerak dengan cepat untuk memulihkan situasi. Hingga sore hari ini, kondisi kamtibmas di kedua negeri ini mulai berangsur-angsur kondusif dan warga dari kedua belah pihak telah kembali ke rumah masing-masing.

Untuk mengantisipasi adanya gesekan lanjutan, maka sebanyak 200 personel gabungan Brimob dan Ditsamapta Polda Maluku serta Polresta Ambon dan personel TNI AD dari Koramil 07 Pulau Haruku dikerahkan ke lokasi.

“Personel telah kami tempatkan secara proporsional di titik-titik rawan, termasuk di perbatasan Kabauw dan Kailolo. Untuk pengamanan disana dipimpin langsung Karo Ops Polda Maluku, bersama Dansat Brimob dan Kapolresta Pulau Ambon,” jelas Kombes Rositah.

Polda Maluku bersama TNI, pemda, tokoh masyarakat dan tokoh agama kata Kombes Rositah, terus menghimbau warga untuk menahan diri dan tidak terprovokasi informasi yang belum tentu benar serta mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat keamanan.

“Penanganan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan serta menjunjung asas keadilan dan prinsip praduga tak bersalah,” jelas Kombes Rositah.

Polda Maluku juga tambah Kombes Rositah, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian yang menjadi identitas bersama di bumi raja-raja ini.(S-25)

BERITA TERKAIT