SIWALIMA.id > Berita
BI Sebut Harga Ikan di Maluku Turun
Ekonomi | Rabu, 6 Mei 2026 pukul 14:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dhita Aditya Nugraha menyebut harga ikan turun menyebabkan Maluku mengalami deflasi tercatat sebesar 0,17 persen secara bulanan (month to month/mtm.

“Penurunan harga komoditas perikanan seperti ikan selar, ikan layang, dan ikan cakalang menjadi penyumbang utama deflasi,” ujar dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (5/5).

Ia menyebut deflasi terutama bersumber dari wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang mencatat deflasi sebesar 1,96 persen (mtm). Tekanan deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi di Kota Ambon yang tercatat sebesar 0,92 persen dan Kota Tual sebesar 0,64 persen (mtm).

Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Maluku tercatat sebesar 3,13 persen, masih berada dalam rentang target inflasi nasional 2,5±1 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,40 persen, namun masih di atas inflasi nasional sebesar 2,42 persen.

“Penurunan harga komoditas perikanan seperti ikan selar, ikan layang, dan ikan cakalang menjadi penyumbang utama deflasi,” ujarnya.

Penurunan harga ikan tersebut didorong oleh kondisi cuaca dan meteorologi maritim yang relatif kondusif sehingga meningkatkan produksi perikanan.

Selain itu, deflasi juga dipengaruhi turunnya harga emas di pasar internasional yang berdampak pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Meski demikian, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi pada kelompok transportasi, seiring kenaikan harga avtur sejak 1 April 2026 yang berdampak pada penyesuaian tarif angkutan udara.

Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengoptimalkan berbagai program, antara lain melalui gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera.

Upaya tersebut mencakup pelaksanaan gerakan pangan murah di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota, peningkatan penyerapan beras petani hingga 5.000 ton, serta penguatan produksi pangan lokal.

Selain itu, dilakukan pula panen bawang merah di Kota Tual dan panen Jagung di Kabupaten Maluku Tengah, serta pemantauan rutin stok dan harga bahan pokok di tingkat distributor.

BI juga memastikan pengendalian inflasi ke depan akan terus diperkuat melalui sinergi bersama TPID dengan mengacu pada empat pilar utama, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.(S-25)

BERITA TERKAIT