DOBO, Siwalima.id - Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aru, Sofyan Rumra menjelaskan, dari ribuan siswa SMA dan SMK yang mengikuti ujian sekolah, delapan siswa dinyatakan tidak lulus.
Total peserta ujian ajaran akhir tahun 2025/2026 sebanyak 1.034 siswa baik SMA dan SMK di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Yang lulus 1.026 atau 99,23 persen dan yang tidak lulus 8 orang atau 0,77 persen,” terang Sofyan kepada wartawan di kantornya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan siswa yang dinyatakan harus mengulang kelas karena saat ujian tidak masuk, sehingga tidak memiliki nilai ujian akhir.
“Delapan orang siswa yang tidak lulus karena mereka tidak ikut ujian, jadi bukan ikut ujian dan tidak lulus,” terangnya.
Pengumuman hasil kelulusan SMA/SMK tahun ini juga di dilaksanakan secara daring, dimana setiap sekolah melakukan zoom bersama orang tua murid tepat pukul 16.00 WIT.
Dikatakan, hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya hal-hal yang yang tidak diinginkan.
Ditempat terpisah, Kepala SMA Negeri 3 PP Aru, Fatima Efruan yang di konfirmasi Siwalima jelang pengumuman secara daring mengatakan pengumuman hasil lulus secara daring ini guna mengantisipasi murid yang merayakannya secara berlebihan.
“Langkah dinas melaksanakan pengumuman secara daring sangat baik dan sekaligus meminimalisir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” katanya.
Biasanya setelah mendengarkan hasil kelulusan para siswa melakukan pawai atau merayakan dengan mengkonsumsi minuman alkohol. “Ini yang kita senantiasa hindari dampak yang buruk atau yang tidak diinginkan bersama,” jelasnya.(S-11)