SIWALIMA.id > Berita
Diduga Ada Kepentingan, Musda Golkar Ambon Ditunda
Headline , Politik | Senin, 4 Mei 2026 pukul 13:59 WIT

AMBON, Siwalima.id - Penundaan Musya­wa­rah Daerah X Partai Golkar Kota Ambon, diduga berkaitan de­ngan kepentingan po­litik orang tertentu.

Dugaan ini di­sam­paikan Pimpinan Ke­ca­matan Golkar Ba­guala, Joseph Ruban Joseph kepada Si­wa­lima me­lalui telepon selulernya, Sabtu (2/5).

Hal ini patut dicu­rigai dikarenakan, se­lu­ruh tahapan pelak­sanaan Musda X se­belumnya telah ber­jalan sesuai prosedur. Bahkan agenda musda telah ditetapkan melalui rapat pleno oleh DPD I Golkar Maluku untuk digelar pada 30 April 2026.

“Secara tahapan, semua sudah berjalan dengan baik. Keseriusan DPD II juga sudah 100 persen. Jadi kalau kemudian terjadi penun­da­an, kami melihat ada kepentingan tertentu dibalik itu,” ucap Joseph.

Ia mengaku, pelaksanaan mus­da sempat berlangsung hingga tahap pembukaan. Namun, kegia­tan tersebut dihentikan oleh Ketua Harian DPD I Partai Golkar Maluku Ridwan Marasabessy, karena dinamika yang berkembang dalam proses pencalonan ketua.

Joseph menyebut isu adanya do­rongan kepada figur tertentu un­tuk menjadi ketua bukan sekadar rumor.

Menurutnya, indikasi adanya upa­ya agar kandidat tertentu mengikuti arahan dari pihak-pihak di tingkat DPD I. Meski demikian, dukungan Pimpinan Kecamatan Golkar Ba­guala tetap solid kepada bakal calon ketua, Steven Ishak Rizakota. 

Pasalnya, dukungan tersebut, telah melalui mekanisme organi­sasi yang sah di tingkat keca­matan.

“Kami sudah melewati pleno kecamatan secara resmi dan terbuka. Dukungan itu sah secara organisasi, sehingga tidak akan berubah lagi,” tegas Joseph.

Joseph mengaku, pihaknya me­nghadapi kesulitan menjelaskan kondisi tersebut kepada kader di tingkat kecamatan, jika ketidak­pastian terus berlanjut.

Berdasarkan informasi yang ber­kembang, Steven Ishak Rizakota telah dipanggil DPPPartai Golkar untuk bertemu dengan ketua umum.

Ia berharap, dinamika internal ini dapat diselesaikan secara demo­kratis dan musda akan kembali dilanjutkan sesuai mekanisme partai. “Golkar adalah partai besar yang terbiasa dengan dinamika. Kami yakin demokrasi akan mene­mukan jalannya dan musda akan dilanjutkan,” cetusnya.

Ia juga menyebut lima pimpinan kecamatan Partai Golkar di Kota Ambon telah bersepakat untuk tetap mendukung Steven Ishak Rizakota sebagai calon ketua.

“Kami yakin di tangan Steven, Golkar Kota Ambon bisa lebih maju dan lebih baik ke depan,” tegasnya.

Berbeda dengan Baguala, Pim­pinan Kecamatan Nusaniwe Partai Golkar, Natalia Pattiasina memilih tidak memberikan komentar.

Ia menyarankan agar, hal terse­but ditanyakan langsung ke Ketua DPD II Partai Golkar Maluku.

“Mohon maaf, untuk saat ini saya dari Kecamatan Nusaniw noo coment. Saran saya, agar minta tanggapan langsung dari Ketua DPD II saja atau mau lebih jelas nanti dengan pimpinan DPD I, karena mereka yang menunda musda ini. Terimakasih,” usulanya. 

Kader Serbu DPD I 

Musda X DPD II Partai Golkar Kota Ambon yang digelar di Manise Hotel, Kamis (30/4), mendadak dihen­tikan saat memasuki tahapan pleno. 

Keputusan skors tanpa penje­lasan jelas itu, memicu kemara­han kader hingga berujung aksi mendatangi Kantor DPD I Golkar Maluku di kawasan Karang Pan­jang, Kamis (30/4).

Pantauan Siwalima, jalannya mus­da sebelumnya berlangsung tertib dan sesuai mekanisme tanpa adanya gesekan maupun dinami­ka berarti. Namun situasi berubah dras­tis, setelah Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Marasa­be­s­sy tiba-tiba menskors forum musda.

Ridwan menyebut, penghentian dilakukan atas perintah Ketua Umum Partai Golkar. Meski de­mikian, ia tidak memberikan penje­lasan lebih lanjut dan memilih menghindari wartawan.

Keputusan mendadak itu lang­sung menyulut reaksi keras dari para kader. Mereka memperta­nya­kan da­sar skors yang dinilai jang­gal, terle­bih lagi musda sementara berjalan normal dan memasuki tahap krusial.

Tidak puas dengan situasi ter­sebut, puluhan kader dari berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan hi­ngga organisasi sayap, mening­gal­kan lokasi dan bergerak menuju Kantor DPD I Golkar Maluku untuk menyampaikan protes.

Aksi yang awalnya direncanakan sebagai demonstrasi itu berubah menjadi forum diskusi setelah massa diterima Sekretaris DPD I, Anos Yeremias.

Dalam forum tersebut, Sekre­taris Golkar Kecamatan Nusaniwe, Ed­win Manusiwa, secara tegas mem­pertanyakan alasan peng­hentian musda. Ia bahkan men­duga, ada skenario tertentu dibalik keputusan tersebut. “Musda awal­nya berjalan mulus, tiba-tiba dihen­tikan dengan alasan perintah DPP. Ini terkesan seperti sudah diatur. Sebenarnya ada apa ini?,” tanya Ediwin.

Hal serupa disampaikan Ketua Golkar Kecamatan Teluk Ambon, Yongki Siwalette. Ia menilai seluruh proses telah sesuai aturan dan tidak ada alasan mendasar untuk menghentikan forum.

“Musda sudah masuk tahap paripurna dan akan lanjut, tapi dihentikan tanpa penjelasan. Kita juga tidak tahu apakah perintah itu resmi atau tidak,” ujarnya.

Menanggapi desakan para kader, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yeremias, minta waktu untuk me­la­kukan koordinasi secara internal, sebab keputusan tidak bisa di­ambil sepihak tanpa arahan Ketua DPD I, Umar Lessy yang saat ini berada di Jakarta. “Beta minta waktu untuk koordinasi dengan bidang kepartaian dan Ketua DPD, yang selanjutnya akan berkomunikasi dengan Ketua Umum,” ucap Anos.

Anos juga menghimbau kader untuk menahan diri, sembari me­nu­nggu hasil koordinasi, namun ia sempat menyinggung soal doku­men check list yang belum diteri­ma, namun hal itu langsung diban­tah Ketua AMPG Kota Ambon, Hen­ky Hiskia, yang menyatakan doku­men tersebut telah diserahkan sebelum musda. 

Setelah mendapat penjelasan, massa akhirnya membubarkan diri. Namun mereka memberi ultimatum akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar jika tidak ada kejelasan terkait kelan­jutan musda.(S-25)

BERITA TERKAIT