AMBON, Siwalima.id - Penundaan Musyawarah Daerah X Partai Golkar Kota Ambon, diduga berkaitan dengan kepentingan politik orang tertentu.
Dugaan ini disampaikan Pimpinan Kecamatan Golkar Baguala, Joseph Ruban Joseph kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (2/5).
Hal ini patut dicurigai dikarenakan, seluruh tahapan pelaksanaan Musda X sebelumnya telah berjalan sesuai prosedur. Bahkan agenda musda telah ditetapkan melalui rapat pleno oleh DPD I Golkar Maluku untuk digelar pada 30 April 2026.
“Secara tahapan, semua sudah berjalan dengan baik. Keseriusan DPD II juga sudah 100 persen. Jadi kalau kemudian terjadi penundaan, kami melihat ada kepentingan tertentu dibalik itu,” ucap Joseph.
Ia mengaku, pelaksanaan musda sempat berlangsung hingga tahap pembukaan. Namun, kegiatan tersebut dihentikan oleh Ketua Harian DPD I Partai Golkar Maluku Ridwan Marasabessy, karena dinamika yang berkembang dalam proses pencalonan ketua.
Joseph menyebut isu adanya dorongan kepada figur tertentu untuk menjadi ketua bukan sekadar rumor.
Menurutnya, indikasi adanya upaya agar kandidat tertentu mengikuti arahan dari pihak-pihak di tingkat DPD I. Meski demikian, dukungan Pimpinan Kecamatan Golkar Baguala tetap solid kepada bakal calon ketua, Steven Ishak Rizakota.
Pasalnya, dukungan tersebut, telah melalui mekanisme organisasi yang sah di tingkat kecamatan.
“Kami sudah melewati pleno kecamatan secara resmi dan terbuka. Dukungan itu sah secara organisasi, sehingga tidak akan berubah lagi,” tegas Joseph.
Joseph mengaku, pihaknya menghadapi kesulitan menjelaskan kondisi tersebut kepada kader di tingkat kecamatan, jika ketidakpastian terus berlanjut.
Berdasarkan informasi yang berkembang, Steven Ishak Rizakota telah dipanggil DPPPartai Golkar untuk bertemu dengan ketua umum.
Ia berharap, dinamika internal ini dapat diselesaikan secara demokratis dan musda akan kembali dilanjutkan sesuai mekanisme partai. “Golkar adalah partai besar yang terbiasa dengan dinamika. Kami yakin demokrasi akan menemukan jalannya dan musda akan dilanjutkan,” cetusnya.
Ia juga menyebut lima pimpinan kecamatan Partai Golkar di Kota Ambon telah bersepakat untuk tetap mendukung Steven Ishak Rizakota sebagai calon ketua.
“Kami yakin di tangan Steven, Golkar Kota Ambon bisa lebih maju dan lebih baik ke depan,” tegasnya.
Berbeda dengan Baguala, Pimpinan Kecamatan Nusaniwe Partai Golkar, Natalia Pattiasina memilih tidak memberikan komentar.
Ia menyarankan agar, hal tersebut ditanyakan langsung ke Ketua DPD II Partai Golkar Maluku.
“Mohon maaf, untuk saat ini saya dari Kecamatan Nusaniw noo coment. Saran saya, agar minta tanggapan langsung dari Ketua DPD II saja atau mau lebih jelas nanti dengan pimpinan DPD I, karena mereka yang menunda musda ini. Terimakasih,” usulanya.
Kader Serbu DPD I
Musda X DPD II Partai Golkar Kota Ambon yang digelar di Manise Hotel, Kamis (30/4), mendadak dihentikan saat memasuki tahapan pleno.
Keputusan skors tanpa penjelasan jelas itu, memicu kemarahan kader hingga berujung aksi mendatangi Kantor DPD I Golkar Maluku di kawasan Karang Panjang, Kamis (30/4).
Pantauan Siwalima, jalannya musda sebelumnya berlangsung tertib dan sesuai mekanisme tanpa adanya gesekan maupun dinamika berarti. Namun situasi berubah drastis, setelah Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy tiba-tiba menskors forum musda.
Ridwan menyebut, penghentian dilakukan atas perintah Ketua Umum Partai Golkar. Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan memilih menghindari wartawan.
Keputusan mendadak itu langsung menyulut reaksi keras dari para kader. Mereka mempertanyakan dasar skors yang dinilai janggal, terlebih lagi musda sementara berjalan normal dan memasuki tahap krusial.
Tidak puas dengan situasi tersebut, puluhan kader dari berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan hingga organisasi sayap, meninggalkan lokasi dan bergerak menuju Kantor DPD I Golkar Maluku untuk menyampaikan protes.
Aksi yang awalnya direncanakan sebagai demonstrasi itu berubah menjadi forum diskusi setelah massa diterima Sekretaris DPD I, Anos Yeremias.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Golkar Kecamatan Nusaniwe, Edwin Manusiwa, secara tegas mempertanyakan alasan penghentian musda. Ia bahkan menduga, ada skenario tertentu dibalik keputusan tersebut. “Musda awalnya berjalan mulus, tiba-tiba dihentikan dengan alasan perintah DPP. Ini terkesan seperti sudah diatur. Sebenarnya ada apa ini?,” tanya Ediwin.
Hal serupa disampaikan Ketua Golkar Kecamatan Teluk Ambon, Yongki Siwalette. Ia menilai seluruh proses telah sesuai aturan dan tidak ada alasan mendasar untuk menghentikan forum.
“Musda sudah masuk tahap paripurna dan akan lanjut, tapi dihentikan tanpa penjelasan. Kita juga tidak tahu apakah perintah itu resmi atau tidak,” ujarnya.
Menanggapi desakan para kader, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yeremias, minta waktu untuk melakukan koordinasi secara internal, sebab keputusan tidak bisa diambil sepihak tanpa arahan Ketua DPD I, Umar Lessy yang saat ini berada di Jakarta. “Beta minta waktu untuk koordinasi dengan bidang kepartaian dan Ketua DPD, yang selanjutnya akan berkomunikasi dengan Ketua Umum,” ucap Anos.
Anos juga menghimbau kader untuk menahan diri, sembari menunggu hasil koordinasi, namun ia sempat menyinggung soal dokumen check list yang belum diterima, namun hal itu langsung dibantah Ketua AMPG Kota Ambon, Henky Hiskia, yang menyatakan dokumen tersebut telah diserahkan sebelum musda.
Setelah mendapat penjelasan, massa akhirnya membubarkan diri. Namun mereka memberi ultimatum akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar jika tidak ada kejelasan terkait kelanjutan musda.(S-25)