AMBON, Siwalima.id - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Tetelepta mengaku, masih ada sejumlah pasar rakyat di Kota Ambon yang hingga kini belum dapat difungsikan secara optimal.
Sejak dirinya menjabat pada akhir tahun 2025, ia langsung melakukan peninjauan ke berbagai pasar di wilayah Kota Ambon.
“Ketika saya masuk di Dinas Indag Kota Ambon akhir tahun 2025, saya langsung turun mengecek dan memonitor pasar-pasar yang ada. Dari hasil itu, ada beberapa pasar yang sampai sekarang belum difungsikan,” ucap Tetelepta.
Menurutnya, salah satu kendala utama pasar-pasar ini belum difungsikan adalah, faktor lokasi yang dinilai kurang strategis, sehingga masyarakat maupun pedagang enggan beraktivitas di pasar-pasar tersebut.
Ia mencontohkan, Pasar Airlouw yang hingga kini belum dapat difungsikan. Pasalnya, masyarakat lebih memilih berjualan atau berbelanja di pasar lain, karena mempertimbangkan biaya transportasi yang lebih murah dan akses yang lebih mudah.
“Kalau ke pasar lain, biaya transportasi bisa hanya Rp5 sampai 7 ribu. Sementara kalau ke Airlouw harus naik ojek sekitar Rp15 ribu karena belum ada akses angkutan umum langsung ke pasar,” jelas Tetelepta.
Selain Airlouw kata Tetelepa, kondisi serupa juga terjadi di Pasar Wainitu, yang meski telah dibangun, belum dapat difungsikan karena keterbatasan akses jalan menuju lokasi pasar.
Untuk mencapai pasar tersebut, masyarakat harus melewati kawasan permukiman terlebih dahulu, sehingga dinilai kurang efektif.
Beberapa pasar lain seperti di kawasan Pasar Air Kuning dan Pasar Nania juga menghadapi persoalan serupa, baik dari sisi aksesibilitas maupun minimnya minat pedagang untuk berjualan.
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, serta melibatkan camat, lurah, hingga kepala desa untuk mendorong pemanfaatan pasar-pasar tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan camat, raja dan lurah agar dapat menginformasikan kepada masyarakat, baik untuk berjualan maupun melakukan aktivitas perdagangan di pasar-pasar itu,” ucap Tetelepta.
Walaupun demikian, Ia optimis jika aktivitas perdagangan mulai tumbuh, maka akses transportasi juga akan mengikuti. Pemerintah nantinya dapat mendorong penyediaan trayek angkutan umum menuju pasar-pasar tersebut.
“Kalau pasar sudah aktif dan ramai, tentu kita bisa dorong adanya angkutan yang melewati lokasi itu. Saat ini memang belum karena aktivitasnya juga belum berjalan,” tandas Tetelepta.
Meski demikian kata Tetelepta, minat pedagang untuk mengisi pasar-pasar tersebut masih tergolong rendah. Hingga kini, hanya segelintir pedagang yang bersedia membuka usaha di lokasi-lokasi tersebut.
“Sudah kita buka kesempatan melalui pemerintah desa dan kelurahan, tapi memang masih sangat minim yang berminat. Itu yang jadi kendala utama,” tutur Tetelepta.(Mg-1)