AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, berharap semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku saat ini.
Harapan ini disampaikan gubernur saat memimpin upacara memperingati HUT Pattimura yang berlangsung di Lapangan Merdeka Saparua, Jumat (15/5).
Gubernur mengaku, perayaan HUT Pattimura ke-209 mengajarkan seluruh masyarakat Maluku dimana saja berada, untuk kembali mengenang sebuah peristiwa besar dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.
Dentuman meriam dan bunyi ledakan di Benteng Duurstede kala itu, dilawan dengan pekik perlawanan yang mengguncang kesunyian penindasan.
Pada masa itu, salah satu putra terbaik dari bumi Maluku, Thomas Matulessy yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura, berdiri tegak dengan parang dan salawaku di tangan. Ia tidak hanya melawan peluru dengan keberanian, tetapi juga melawan ketidakadilan dengan martabat.
“Hari ini, pertanyaannya adalah apakah kita hadir di sini hanya untuk sekadar mengenang tanggal 15 Mei 1817, Apakah kita hadir hanya untuk membakar obor semata, ataukah peringatan ini adalah tentang api Pattimura yang harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” tanya gubernur.
Kapitan Pattimura kata gubenrur pernah berpesan sebelum tiang gantungan merenggut nyawanya di depan Benteng Victoria, Kota Ambon Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura muda akan bangkit.
Semangat perjuangan Kapitan Pattimura ini, tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku hari ini.
Jika dahulu Kapitan Pattimura mengangkat parang dan salawaku untuk melawan kolonialisme yang merampas hak dan keadilan rakyat, maka hari ini seluruh generasi muda menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda.
“Kita harus melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, ketertinggalan teknologi, serta berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan dan kedaulatan bangsa,” tegas gubernur.
Lebih lanjut gubernur menegaskan, meneruskan semangat Pattimura di era sekarang berarti harus berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, dan melangkah maju demi kemajuan daerah.
Generasi muda Maluku juga, harus memperkuat persatuan, serta membangun semangat yang melampaui sekat perbedaan suku, agama, golongan, maupun kepentingan.
“Kita harus berkembang. Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, untuk mengelola sumber daya alam Maluku baik di laut maupun di darat agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat dan generasi mendatang,” ajak gubernur.
Saat ini menurut gubernur, seluruh masyarakat Maluku sedang berdiri di gerbang sejarah menuju Indonesia Emas 2045, karena itu Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri.
Maluku harus tampil di garis depan sebagai kekuatan besar pembangunan di kawasan timur Indonesia, unggul sumber daya manusianya, kuat ekonomi kelautan dan perikanannya, maju daerahnya serta kokoh persaudaraannya.
“Kepada generasi muda Maluku, saya katakan, kalian adalah Pattimura muda masa kini. Kobarkan semangat juang, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bangun daya saing global,” pinta gubernur.
Ia juga mengingatkan, agar generasi muda untuk jangan pernah tercabut dari akar budaya, sebaliknya harus memegang teguh nilai pela gandong dan semangat Siwalima yang menjadi jati diri orang Maluku, serta semangat Lawamena Haulala.
“Mari katong satukan hati. Rapatkan barisan, bergandengan tangan dan bergerak bersama membangun Maluku tercinta,” ajak gubernur.(S-20)