AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku, pentingnya perayaan Paskah Kristus menjadi momentum perkuat peran keluarga, sebagai pusat pendidikan iman.
Hal itu ditegaskan gubernur saat syukur perayaan Paskah Sinode GPM, yang berlangsung di Jemaat Suli Banda, Senin (6/4).
Menurut gubernur, paskah merupakan peristiwa iman yang memberi arah dan makna bagi kehidupan umat percaya, sebab kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya kemenangan atas kematian, tetapi sumber kekuatan baru yang membangkitkan semangat hidup, memperbaharui iman dan menggerakkan untuk terus berjuang dalam kehidupan.
Tema Paskah yakni, Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja, Rumah Tangga Semakin Beriman dan Sejahtera kata gubernur, memiliki makna mendalam karena mengandung ajakan iman untuk memperkuat basis keluarga dan rumah tangga, agar memiliki ketahanan iman yang tangguh, tidak menyerah pada keadaan dan tidak mundur dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
“Kebangkitan Yesus Kristus tidak hanya peristiwa sejarah yang diakui dunia, tetapi kekuatan transformatif ilahi yang membebaskan, menghidupkan dan menggerakkan umat percaya untuk melayani dengan ketulusan dan harapan,” ucap gubernur.
Pada titik itulah lanjut gubenrur, pemerintah dan gereja miliki peran yang sama sebagai pelayan masyarakat untuk sama-sama bekerja memberikan rasa aman, rasa damai, rasa adil dan mengupayakan kesejahteraan bersama. Dalam konteks Maluku hari ini, kebangkitan Kristus mengajak semua umat percaya untuk kembali menata keluarga sebagai pusat kehidupan iman dan fondasi pembangunan.
“Dari dalam keluarga kita diajar dan belajar tentang nilai-nilai kejujuran, kasih dan tanggung jawab. Disinilah gereja dengan setia membimbing dan meneguhkan iman, sementara pemerintah hadir memastikan setiap keluarga memperoleh pendidikan, kesehatan dan perlindungan yang layak. Jika keluarga dijaga dan diperkuat bersama, maka sesungguhnya sedang membangun Maluku dari akar yang paling dalam,” tandas gubernur.
Kebangkitan Kristus lanjut gubernur, memberi dorongan bagi umat percaya untuk bangkit dan berdaya secara ekonomi, menuju kesejahteraan yang bermartabat, sebab iman tidak berhenti di doa, tetapi harus terlihat dalam kerja yang tekun, hidup yang jujur dan semangat saling menolong. Pada sisi ini, gereja bertugas menumbuhkan kepedulian dan solidaritas, sementara pemerintah daerah membuka ruang dan kesempatan agar masyarakat dapat bertumbuh secara ekonomi.
“Tantangan dunia belakangan ini semakin terasa berat, baik dari sisi ekonomi, keuangan, pangan, geopolitik, tetapi juga energi dan sumber daya mineral dan sebagai seorang birokrat, rasanya berat kita berhadapan dengan beban “batu besar” pembangunan, tapi dalam iman kristiani, saya percaya “batu besar” itu akan terguling pada waktunya, sama seperti Maria Magdalena menyaksikan batu telah terguling dan kubur itu terbuka,” tegas gubernur.
Selain itu lanjut gubernur, kebangkitan Kristus menuntun umat percaya untuk menghadirkan kehidupan sosial yang damai, rukun dan penuh persaudaraan, sebab kasih kristus memanggil gereja untuk menjadi pelita yang menerangi, merangkul dan mempersatukan.
Ia juga mengajak seluruh jemaat dalam lingkup GPM untuk menjadikan momentum Paskah sebagai titik tolak memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan iman, tempat yang paling nyaman untuk membentuk karakter dan area dimana kesejahteraan dan keadilan diusahakan sepenuh hati.
“Marilah kita melangkah dengan santun, bekerja dengan tulus dan melayani dengan hati, agar iman yang kita rayakan sungguh menjadi kekuatan yang menghidupkan, bukan saja dalam kata, tetapi juga dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, Par Maluku Pung Bae,” pinta gubernur.
Paskah Aman
Perayaan Paskah 2026 di Kota Ambon berlangsung aman dan kondusif di tengah pengamanan ketat aparat kepolisian. Sebanyak 260 personel Polresta Ambon diterjunkan untuk mengawal seluruh rangkaian ibadah hingga prosesi tradisi keagamaan.
Apresiasi
Kapolresta Pulau Ambon Kombes Yoga Putra Prima Setya, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak termasuk masyarakat, yang telah berperan aktif menjaga stabilitas keamanan selama perayaan berlangsung.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat kerja sama semua pihak,” ucap kapolres kepada wartawan di Ambon, Sabtu (4/4).
Ratusan personel disebar di titik-titik vital seperti gereja, jalur pawai obor, lokasi ibadah, hingga pusat keramaian. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan pendekatan preventif dan preemtif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Polisi juga mewaspadai sejumlah kerawanan, mulai dari lonjakan arus lalu lintas saat pawai dan ibadah, potensi gangguan kamtibmas, hingga kemungkinan gesekan antar kelompok. Untuk itu, personel dari berbagai satuan fungsi dikerahkan, termasuk lalu lintas, intelijen, reskrim, dan samapta yang tergabung dalam tim patroli reaksi cepat (PRC).
“Sebanyak 80 personel mengawal pawai jalan salib, 140 personel mengamankan pusat perayaan, dan 40 personel memperkuat tim PRC,” jelasnya.
Tak hanya itu, aparat juga melakukan sterilisasi lokasi ibadah sebelum kegiatan, penjagaan ketat di pintu masuk gereja, serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan. Pengawalan terhadap pawai dan prosesi jalan salib hidup yang menjadi tradisi khas Paskah di Ambon juga dilakukan secara maksimal.
Selama perayaan berlangsung, polisi melakukan pemantauan intensif serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Rekayasa lalu lintas pun diterapkan di sejumlah ruas jalan untuk mengurai kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.
“Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga toleransi dan merayakan Paskah dengan damai,” tegasnya.(S-20/S-10)