SIWALIMA.id > Berita
Gubernur: Pattimura Muda Harus Berani Berinovasi
Daerah , Headline | Senin, 18 Mei 2026 pukul 14:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa me­ngungkapkan, meneruskan semangat Patti­mura di era sekarang berarti harus berani berinovasi, keluar dari zona nyaman dan melangkah maju demi kemajuan daerah. 

Generasi muda Maluku, kata gubernur, harus memperkuat persatuan serta mem­bangun semangat yang melampaui sekat perbedaan suku, agama, golongan, mau­pun kepentingan.

“Kita harus berkembang. Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, untuk mengelola sumber daya alam Maluku baik di laut maupun di darat, agar memberi man­faat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat dan generasi mendatang,” ungkap Gubernur saat upacara memperingati HUT Ka­pitan Pattimura yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Saparua, Jumat (15/5).

Saat ini seluruh masyarakat Malu­ku sedang berdiri di gerbang sejarah menuju Indonesia Emas 2045, karena itu Gubernur mene­gaskan agar Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri.

Maluku lanjut Gubernur, harus tam­pil di garis depan sebagai kekuatan besar pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, unggul sumber daya manusia­nya, kuat eko­nomi kelautan dan perika­nannya, maju daerahnya serta kokoh persaudaraannya.

“Kepada generasi muda Maluku, saya katakan: kalian adalah Patti­mura muda masa kini. Kobarkan se­mangat juang, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bangun daya saing global,” ucap Gubernur.

Ia mengingatkan agar generasi muda untuk jangan pernah tercabut dari akar budaya sebaliknya harus memegang teguh nilai pela gan­dong dan semangat Siwalima yang menjadi jati diri orang Maluku, serta semangat lawamena haulala.

“Mari katong satukan hati, ra­pat­kan barisan bergandengan tangan, dan bergerak bersama membangun Maluku tercinta,” ajak Gubernur.

Gubernur menekankan penting­nya semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku saat ini.

Gubernur bilang, perayaan HUT Pattimura ke-209 mengajarkan seluruh masyarakat Maluku dima­na saja berada untuk kembali mengenang sebuah peristiwa besar dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.

Dentuman meriam dan bunyi ledakan di Benteng Duurstede kata Gubernur kala itu dilawan dengan pekik perlawanan yang menggun­cang kesunyian penindasan.

Pada masa itu, salah satu putra terbaik dari bumi Maluku, Thomas Matulessy yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura berdiri tegak dengan parang dan salawaku di tangan. Ia tidak hanya melawan peluru dengan keberanian, tetapi juga melawan ketidakadilan dengan martabat.

“Hari ini, pertanyaannya adalah apakah kita hadir di sini hanya untuk sekadar mengenang tanggal 15 Mei 1817, Apakah kita hadir ha­nya untuk membakar obor semata, ataukah peringatan ini adalah tentang api Pattimura yang harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” ucap Gubernur.

Kapitan Pattimura pernah ber­pesan sebelum tiang gantungan merenggut nyawanya di depan Benteng Victoria, Kota Ambon “Patti­mura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura muda akan bangkit.

Semangat perjuangan Kapitan Pattimura menurut Gubernur tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku hari ini.

Jika dahulu Kapitan Pattimura mengangkat parang dan salawaku untuk melawan kolonialisme yang merampas hak dan keadilan rak­yat, maka hari ini seluruh generasi muda menghadapi bentuk perjua­ngan yang berbeda.

“Kita harus melawan kemiski­nan, kebodohan, ketimpangan, keterbe­lakangan pembangunan, keterting­galan teknologi, serta berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan dan kedaulatan bangsa,” tegas Gubernur.(S-20)

BERITA TERKAIT