AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, berhasil memperjuangkan penanganan ratusan rumah warga yang menjadi korban konflik seperti di Kariu dan Masihulan.
Keberhasilan perjuangan orang nomor satu di Maluku ini, setelah mendapat respon positif dari Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Riny Dyah Mawarty.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian PKP, gubernur mengungkapkan rumah bagi warga di Desa Kariu, Iha, Ohoi Danar dan Masihulan, rumah bukan sekadar bangunan fisik tetapi simbol harga diri, keamanan dan titik awal untuk merajut kembali persaudaraan yang sempat koyak.
Menurutnya, bekas-bekas kerusakan akibat konflik masih menganga seperti dinding rumah yang runtuh sementara masyarakat memiliki kerinduan untuk hidup normal kembali.
“Rumah-rumah di sana hancur sekali. Kalau fiskal daerah kami cukup, saya tidak akan menunggu lama untuk membangunnya. Tapi kondisi kami terbatas,” ungkap gubernur.
Gubernur mengaku, perjuangan ke pusat bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan janji moral seorang pemimpin yang harus ditepati dengan jalan perjuangan
“Saya ingin adil. Semua warga saya, di mana pun mereka berada, berhak merasakan kehadiran negara,” tambahnya.
Gubernur memastikan pihak Kementerian PKP tidak hanya membuka pintu untuk pembangunan rumah, tetapi juga fasilitas sosial yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Diakuinya perjuangan ini masih membutuhkan kerja sama sebab masih membutuhkan validitas data by name by address di aplikasi SIBARU sebagai kunci teknis agar mimpi warga ini segera terwujud di APBN 2027.
Gubernur memastikan total 475 unit rumah telah diusulkan untuk mendapatkan perhatian serius Kemenangan PKP dengan rincian Kariuw 210, Iha 100, Ohoi Danar 87 dan Masihulan 78.
“Prinsipnya ini soal administrasi pendukung, kalau semua semua lancar, tahun depan, maka dipastikan penangangan rumah warga korban konflik akan dilakukan,” tandas gubernur.(S-20)