AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional tingkat pusat dan daerah.
Pada rakornas pemerintah pusat dan daerah tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Senin (2/2) kemarin, terdapat lima hal utama yang menjadi atensi Presiden Prabowo.
“Bapak Presiden dengan semangat berapi-api dalam pidatonya tidak hanya membahas capaian strategis domestik, tetapi juga memberikan peringatan keras mengenai kondisi geopolitik global yang semakin genting,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (3/2).
Lima hal krusial yang menjadi arah kebijakan Indonesia menuju 2027 kata gubernur, diantaranya waspada Nuclear Winter dan sikap Non-Blok Indonesia, Makan Bergizi Gratis, revolusi Sawit Miracle Crop dan larangan ekspor jelantah, kritik keras pariwisata, Bali So Dirty Now dan juga gerakan Gentengisasi dengan mengganti atap senk yang berkarat.
Presiden juga mengingatkan para pemimpin daerah, untuk tidak lengah dalam melihat situasi dunia, dimana adanya kekhawatiran para pemimpin dunia akan pecahnya Perang Dunia III.
“Bapak presiden menghimbau kami untuk perang melawan sampah, khususnya di lokasi pariwisata agar tidak ada sampah yang berserakan hingga mengganggu aktivitas para wisatawan,” tulis gubernur.
Terkait dengan realisasi MBG, gubernur menegaskan, saat ini Provinsi Maluku sudah merealisasikan MBG secara bertahap dan diharapkan, SPPG yang menangani MBG memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional.
Pasalnya, presiden menginginkan yang terbaik bagi anak-anak bangsa, termasuk di Maluku dengan gelontoran anggaran yang sangat signifikan, maka harus terealisasi sebagaimana mestinya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden telah meluncurkan visi Gerakan Indonesia Asri dengan implementasi uniknya adalah program Gentengisasi, dimana Presiden mengkritik maraknya penggunaan atap senk di desa-desa yang dinilai panas dan merusak estetika karena mudah berkarat.
Pemerintah berencana, mengganti atap senk dengan genteng yang diproduksi oleh koperasi-koperasi desa yang memanfaatkan teknologi campuran tanah dan limbah batu bara, dimana program ini diharapkan membuat hunian rakyat lebih sejuk, sehat dan indah dipandang mata.
“Untuk implementasinya di Maluku, kita akan pertimbangkan, mengingat perberdayaan UMKM di dalamnya juga,” jelas gubernur.
Gubernur memastikan, arahan Presiden agar Indonesia harus mandiri pangan, mandiri energi dan memperbaiki kualitas hidup rakyatnya secara nyata, bukan sekadar angka statistik tetap diperhatikan.(S-20)