SIWALIMA.id > Berita
Hardiknas Jadi Momentum Majukan Pendidikan di Maluku
Daerah | Selasa, 5 Mei 2026 pukul 20:54 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, menegas­kan  peringatan Hari Pendidikan Nasio­nal (Hardiknas) 2 Mei 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk mendorong kemajuan pendi­dikan di Maluku, khususnya dalam pemerataan akses, peningkatan kualitas, dan perluasan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan mas­yarakat.

Menurut Benhur, pendidikan men­jadi kunci utama dalam me­wujudkan masa depan Maluku yang lebih sejahtera, terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, serta mampu bersaing di tengah berbagai tan­tangan dunia.

“Selamat Hardiknas 2 Mei 2026. Peringatan ini bukan sekadar ke­giatan seremonial tahunan, melain­kan menjadi pengingat bahwa pen­didikan merupakan dasar terben­tuknya peradaban yang maju. Di tanah para raja ini, kita wajib me­mastikan setiap anak, baik yang tinggal di pulau terluar maupun di pusat kota, mendapatkan kesempa­tan yang sama, untuk mengenyam pendidikan yang layak,” ujarnya, kepada Siwalima saat dihubungi, Senin (4/5). 

Benhur menyoroti letak geografis Maluku sebagai daerah kepulauan, yang hingga saat ini masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan pendidikan. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini  menekankan pentingnya kehadiran negara, melalui kebijakan yang tepat sasaran, agar manfaat pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah termasuk daerah-daerah yang terpencil.

Menurutnya, masih terdapat ber­bagai permasalahan mendasar, yang perlu diselesaikan secara serius dan bertahap. 

“Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, penyebaran tenaga pendidik yang belum merata, hingga tingginya risiko anak putus sekolah di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Watu­bun juga menyampaikan peng­hargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru, yang terus mengabdi meskipun berada dalam berbagai keterbatasan. 

Benhur menilai peran guru sa­ngatlah penting, sebagai garda ter­depan dalam mencerdaskan kehi­dupan bangsa.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang melaksanakan tu­gasnya dalam berbagai keterbata­san, terutama di wilayah kepulauan. Pengabdian dan dedikasi mereka wajib kita hargai, melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak, antara lain dengan meningkatkan kesejahteraan serta terus mengembangkan kompe­tensi dan keahlian mereka,” tegasnya.

Benhur menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan memerlukan kerja sama dari seluruh pihak terkait. Hal ini meliputi lembaga legislatif, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pemuda.

Menatap perkembangan pendidi­kan ke depan, Watubun menyam­paikan sejumlah harapan strategis, yang perlu diwujudkan secara ber­kesinambungan.

Pertama, mempercepat pemba­ngunan dan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. 

Tidak boleh ada lagi anak di Ma­luku, yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan sarana pendidikan.

Kedua, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, melalui program pelatihan berkelan­jutan, penempatan yang adil dan merata, serta kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.

Ketiga, menyempurnakan kuriku­lum pendidikan, agar dapat me­nyesuaikan dengan perkembangan zaman, serta disesuaikan dengan kebutuhan daerah. 

Benhur mendorong, agar sistem pendidikan di Maluku mampu me­nggabungkan ilmu pengetahuan modern, dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, mencintai budaya daerahnya, serta mampu memanfaatkan dan menge­lola kekayaan sumber daya alam Maluku secara bijak, dan berta­nggung jawab,” jelasnya.

Keempat, memperkuat kerja sama antar berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Watubun menegaskan, bahwa DPRD Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus mengawal penyusunan anggaran, dan peraturan daerah yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.

“Pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang. Komit­men kita dalam memajukan bidang ini harus tetap konsisten dan ber­kelanjutan, demi masa depan generasi penerus daerah kita,” katanya.

Benhur mengajak, seluruh lapisan masyarakat, untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai waktu merenungkan kembali, sekaligus memperkuat semangat belajar, dan membangun budaya pendidikan yang terbuka untuk semua kalangan.

“Saya berharap, Maluku dapat melahirkan generasi emas yang unggul, berkemampuan tinggi, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap tidak kehilangan jati diri dan iden­titas budaya daerahnya,” harapnya. 

Temukan Fitrah

Asisten III Pemda MBD, Yafet Lelatobur, mengatakan pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamia manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

Peringatan Hardiknas adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan serta menghidupkan spirit  pendidikan Nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara ketulusan, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

“Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Lelatobur, disaat membacakan pidato Menteri Pen­didikan Dasar dan Menengah, pada upacara peringatan Hardiknas, di halaman Kantor Bupati MBD, Senin (4/5).

Lanjutnya, Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, me­letakan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among, asah (ilmu), asih (kasih sayang) dan asuh (pen­dampingan, pembinaan).

Sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU sistem pendidikan nasional no­mor 20 tahun 2003  pendidikan pa­da hakekatnya adalah proses men­cerdaskan kehidupan, mem­bangun watak dan peradaban bangsa.

Pendidikan adalah proses me­numbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman sehingga bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis dan kepribadian utama lainnya. (S-26/S-28)

BERITA TERKAIT