AMBON, Siwalima.id - Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk mendorong kemajuan pendidikan di Maluku, khususnya dalam pemerataan akses, peningkatan kualitas, dan perluasan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Benhur, pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan masa depan Maluku yang lebih sejahtera, terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, serta mampu bersaing di tengah berbagai tantangan dunia.
“Selamat Hardiknas 2 Mei 2026. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan dasar terbentuknya peradaban yang maju. Di tanah para raja ini, kita wajib memastikan setiap anak, baik yang tinggal di pulau terluar maupun di pusat kota, mendapatkan kesempatan yang sama, untuk mengenyam pendidikan yang layak,” ujarnya, kepada Siwalima saat dihubungi, Senin (4/5).
Benhur menyoroti letak geografis Maluku sebagai daerah kepulauan, yang hingga saat ini masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan pendidikan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini menekankan pentingnya kehadiran negara, melalui kebijakan yang tepat sasaran, agar manfaat pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah termasuk daerah-daerah yang terpencil.
Menurutnya, masih terdapat berbagai permasalahan mendasar, yang perlu diselesaikan secara serius dan bertahap.
“Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, penyebaran tenaga pendidik yang belum merata, hingga tingginya risiko anak putus sekolah di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Watubun juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru, yang terus mengabdi meskipun berada dalam berbagai keterbatasan.
Benhur menilai peran guru sangatlah penting, sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang melaksanakan tugasnya dalam berbagai keterbatasan, terutama di wilayah kepulauan. Pengabdian dan dedikasi mereka wajib kita hargai, melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak, antara lain dengan meningkatkan kesejahteraan serta terus mengembangkan kompetensi dan keahlian mereka,” tegasnya.
Benhur menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan memerlukan kerja sama dari seluruh pihak terkait. Hal ini meliputi lembaga legislatif, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pemuda.
Menatap perkembangan pendidikan ke depan, Watubun menyampaikan sejumlah harapan strategis, yang perlu diwujudkan secara berkesinambungan.
Pertama, mempercepat pembangunan dan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Tidak boleh ada lagi anak di Maluku, yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan sarana pendidikan.
Kedua, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, melalui program pelatihan berkelanjutan, penempatan yang adil dan merata, serta kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.
Ketiga, menyempurnakan kurikulum pendidikan, agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, serta disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Benhur mendorong, agar sistem pendidikan di Maluku mampu menggabungkan ilmu pengetahuan modern, dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, mencintai budaya daerahnya, serta mampu memanfaatkan dan mengelola kekayaan sumber daya alam Maluku secara bijak, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Keempat, memperkuat kerja sama antar berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Watubun menegaskan, bahwa DPRD Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus mengawal penyusunan anggaran, dan peraturan daerah yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.
“Pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang. Komitmen kita dalam memajukan bidang ini harus tetap konsisten dan berkelanjutan, demi masa depan generasi penerus daerah kita,” katanya.
Benhur mengajak, seluruh lapisan masyarakat, untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai waktu merenungkan kembali, sekaligus memperkuat semangat belajar, dan membangun budaya pendidikan yang terbuka untuk semua kalangan.
“Saya berharap, Maluku dapat melahirkan generasi emas yang unggul, berkemampuan tinggi, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap tidak kehilangan jati diri dan identitas budaya daerahnya,” harapnya.
Temukan Fitrah
Asisten III Pemda MBD, Yafet Lelatobur, mengatakan pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamia manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Peringatan Hardiknas adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan serta menghidupkan spirit pendidikan Nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara ketulusan, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.
“Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Lelatobur, disaat membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pada upacara peringatan Hardiknas, di halaman Kantor Bupati MBD, Senin (4/5).
Lanjutnya, Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, meletakan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among, asah (ilmu), asih (kasih sayang) dan asuh (pendampingan, pembinaan).
Sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pendidikan pada hakekatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.
Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman sehingga bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis dan kepribadian utama lainnya. (S-26/S-28)