SIWALIMA.id > Berita
Hartini Mengaku Diperas, Hingga Terlilit Utang Miliaran Rupiah
Online | Selasa, 7 April 2026 pukul 15:08 WIT

AMBON, Siwalima.id – Hj Hartini tersangka kasus dugaan kepemilikan 46 karung sianida, akhirnya buka suara secara gamplang terkait kasus yang menyeret namanya. 

Bahkan ia mengaku, menjadi korban tekanan, pemerasan, hingga harus menanggung utang miliaran rupiah yang kini menghancurkan kehidupannya.

Hartini menegaskan, dirinya bukan pelaku, melainkan korban dari rangkaian peristiwa yang diduga melibatkan sejumlah pihak, diantaranya Bripka Erik Risakotta yang menjadi anak angkatnya selama 17 tahun. 

“Saya ini hancur. Uang Rp6,25 miliar itu saya keluarkan, sekarang jadi utang yang berlipat. Sampai hari ini uang saya tidak kembali,” tegas Hartini kepada wartawan di Ambon, Senin (6/4) malam. 

Utang Membengkak, Usaha Lumpuh

Ia juga mengungkapkan, uang miliaran rupiah tersebut berasal dari kontrak emas saat harga masih sekitar Rp1,2 juta per gram. Namun karena belum mampu melunasi, utangnya kini melonjak mengikuti harga emas yang sudah menembus lebih dari Rp3 juta per gram.

“Utang saya sudah tiga kali lipat. Saya tidak bisa bayar karena uangnya ada di mereka,” beber Hartini.

Ia mengaku, dampak yang ia peroleh yakni, usaha yang ia jalankan ikut lumpuh total. Bahkan kehidupan keluarganya ikut terguncang.

“Saya sudah dua tahun tidak Lebaran dengan keluarga. Rumah tangga saya hancur karena masalah ini,” tandas Hartini dengan nada emosional.

Dipaksa Cari Uang Ratusan Juta 

Hartini juga mengaku, dirinya berulang kali diminta menyediakan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Salah satunya, ia diminta menyediakan Rp500 juta hanya dalam satu malam.

“Jam 10 malam saya diminta cari Rp500 juta. Bagaimana caranya? Saya harus pinjam sana-sini dalam waktu satu jam,” beber Hartini.

Hartini bahkan harus mencari pinjaman ke beberapa bank demi memenuhi permintaan tersebut. Namun saat tak lagi mampu memenuhi permintaan uang yang diminta mereka, dirinya mulai mendapat tekanan.

Bahkan ia menyebut sempat diancam, bahwa barang akan ditangkap kembali jika tidak memberikan uang tambahan.

“Saya bilang, silahkan tangkap, itu bukan barang saya. Saya cuma bantu,” tegas Hartini.

Hartini mengaku, dirinya memilih diam karena takut, sebab berada dalam posisi sendiri, sementara pihak lain lebih banyak dan memiliki kekuatan.

“Saya takut. Saya perempuan sendiri, mereka banyak,” ungkap Hartini.

Dugaan Rekayasa Barang Bukti

Hartini juga melontarkan tudingan serius terkait barang bukti yang ditemukan di ruko yang dikontraknya, dimana ia menduga, barang tersebut bukan miliknya, melainkan ditempatkan oleh pihak lain sebelum dilakukan penggebrekan.

“Barang itu bukan punya saya. Saya tidak tahu, tapi tiba-tiba ada dan dijadikan barang bukti,” ucap Hartini.

Untuk itu, Hartini menuntut keadilan dan minta aparat penegak hukum bertindak objektif, serta berharap seluruh pihak yang terlibat diperiksa tanpa tebang pilih.

“Saya hanya mau keadilan. Uang saya kembali dan nama saya dibersihkan,” tegas Hartini.(S-26)

BERITA TERKAIT