SIWALIMA.id > Berita
Ini Penjelasan Kodam Pattimura Terkait Insiden Lakalantas di Batu Merah
Online | Kamis, 16 April 2026 pukul 15:46 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kapendam XV Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto menjelaskan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan dinas TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah, Jumat (6/3) . 

Saat itu, sekitar pukul 18.30 WIT konvoi truk TNI AD yang mengangkut calon siswa tengah melintas dengan pengawalan resmi Polisi Militer. Di depan Kantor Jasa Raharja, sebuah sepeda motor ojek daring yang dikendarai JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi dan bersenggolan dengan truk terakhir.

Akibat insiden tersebut, penumpang yang diboncengnya yang menjadi korban berinisial SKP (14), mengalami cedera serius di bagian panggul dan harus menjalani perawatan intensif.

“Atas nama Kodam XV Pattimura saya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video CCTV,” tulis Kapendam dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Kamis (16/4).

Kapendam menegaskan, sejak awal, pihak Kodam Pattimura berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara bertanggung jawab dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Empati masyarakat menjadi perhatian serius kami, dan setiap langkah yang diambil sejak hari pertama dilandasi niat tulus untuk membantu korban,” jelas Kolonel Inf Heri.

Sebagai bentuk tanggung jawab menurut Kolonel Inf Heri, Kodam XV Pattimura telah menyerahkan santunan sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban untuk meringankan beban awal. Selain itu, hingga hari ke-41 perawatan, pihak Kodam terus memantau perkembangan kondisi korban secara intensif.

Saat ini, kondisi korban dilaporkan mulai membaik pasca menjalani operasi di RSUP Leimena. Korban telah sadar penuh, mampu berkomunikasi, dan mulai menjalani latihan berjalan dalam proses pemulihan.

Dalam proses medis tersebut, dukungan juga datang dari prajurit TNI yang secara sukarela menyumbangkan puluhan kantong darah guna menunjang kelancaran operasi. Koordinasi intensif pun terus dilakukan antara Kakesdam XV Pattimura dan tim dokter yang menangani korban.

“Meski insiden ini dikategorikan sebagai musibah, sopir truk yang terlibat tetap menunjukkan itikad baik dengan membantu keluarga korban selama masa perawatan,” jelas Kapendam.

Namun demikian kata Kapendam, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Sopir truk saat ini tengah diproses, sementara kendaraan truk masih diamankan di Pomdam XV Pattimura sebagai barang bukti.

Kodam Pattimura selalu terbuka untuk terus berkoordinasi dengan keluarga korban guna memastikan seluruh proses pengobatan berjalan optimal.

"Kehadiran TNI AD dalam mengawal pemulihan ini adalah bentuk tanggung jawab kami. Kami tidak lepas tangan dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan,” tegas Kapendam.

Kapendam menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar. 

Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, khususnya memberikan prioritas kepada kendaraan yang mendapat pengawalan resmi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, demi keselamatan bersama.(S-10)

BERITA TERKAIT