AMBON, Siwalima.id - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Mengingatkan seluruh kepala daerah fokus meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Karnavian dalam sambutan peringatan Hari Otonomi Daerah yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath di halaman Kantor Gubernur, Senin (27/4).
Peringatan Hari Otda menurut Mendagri merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen dan peran dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu menjadi instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal, oleh karena itu, ia berharap ada sinkronisasi antara pusat dan daerah.
“Ini menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” katanya.
Ia menyebut sinkronisasi dapat diwujudkan melalui langkah strategis diantaranya antara integrasi perencanaan dan penganggaran nasional dan daerah, reformasi birokrasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, kolaborasi antar daerah serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah.
Otonomi daerah lanjutnya memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal, namun pelaksanaannya harus tetap berada dalam kerangka NKRI.
“Saya juga mengajak seluruh kepala daerah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi,” tegas Mendagri.
Toisutta Pimpin Peringatan Haotda
Peringatan Hari Otonomi Daerah (Haotda) juga diperingati oleh Pemerintah Kota Ambon yang dipimpin Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta di Balai Kota, Senin (27/4).
Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang dibacakan Toisuta menyebut otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Mendagri dalam kesempatan itu menyoroti pentingnya peningkatan layanan dasar masyarakat dan pengentasan ketimpangan antar wilayah, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial, khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil.
Pemda juga diminta memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah, termasuk ketahanan pangan, energi, pengelolaan sumber daya air, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat perubahan iklim.
Tito Karnavian juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, transparan, akuntabel, bebas korupsi, serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Pentingnya mendorong kewirausahaan, membuka lapangan kerja, mendukung UMKM dan koperasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas akses layanan kesehatan yang merata dan terjangkau,” pintanya.
Sementara itu Peringatan Hari Otonomi Daerah juga dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur.
Bupati SBT, Fachri Alkatiri yang membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan kalau pemerintah pusat memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal.
“Saya juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tanta-ngan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi,” katanya.
Menurutnya, hal hal strategi yang perlu menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak baik baik di pusat maupun daerah untuk mengharmoniskan gerak langkah pada tataran implementasi pembangunan
Dikatakan, capaian pelaksanaan otonomi daerah di usia ke-30 tahun menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik di tengah-tengah tantangan dan dinamika yang ada.
“Tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang kita hadapi tidaklah mudah, namun dengan kerjasama sinergi antara pemerintah pusat dan daerah saya yakin kita bisa menghadapinya,” pesannya. (S-20/Mg-1/S-27)