SIWALIMA.id > Berita
Korban Dilindas Truk TNI, Diduga Kodam XV Pattimura Minta Cabut Laporan
Hukum | Jumat, 17 April 2026 pukul 15:20 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pelajar perempuan (14) berinisial SKP mengalami luka berat setelah terlindas truk militer di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (6/3) sekitar pukul 18.30 WIT, justru terkesan dipaksakan diselesaikan secara kekeluargaan. 

Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang ditan­da­tangani pada Maret 2026 antara Wayber Pagaya selaku ayah korban, dan Sulaiman Laitupa, sopir truk yang melindas korban.

Dalam dokumen yang diterima Siwalima, Kamis (16/4) hanya dije­las­kan, kecelakaan itu mengaki­batkan korban mengalami luka di bagian pangkal paha sebelah kiri. Faktanya, selain mengalami patah tulang pada pangkal paha kiri, kor­ban juga mengalami pendarahan hebat pada organ hati dan pem­bengkakan pada otak diduga  akibat dilindas mobil truk.

Namun, ditengah proses pena­nga­nan medis, pihak Kodam XV Pattimura justru mendatangi orang tua korban, dan meminta agar men­cabut laporan dan tidak melanjutkan ke proses hukum.

“Mereka menyampaikan permo­honan maaf dan meminta suami untuk tanda tangan surat itu. De­ngan kondisi yang anak masih kritis, kita tidak pikir apa-apa lagi, cuma kita berpegang bahwa pihak Kodam akan bertanggungjawab sampai pulih total,”ujar orang tua korban, Mariska Muskita, kepada Siwalima, di Ambon.

Namun kenyataannya, mereka hanya memberikan santunan awal, dan sampai perawatan 40 hari lebih, tidak ada perhatian ataupun ban­tuan pengobatan lanjutan dari pihak Kodam.

Justru pernyataan pihak Kodam dalam rilis mereka, berbeda dengan fakta jika dilihat dari CCTV yang diterima pihak keluarga. 

“Dari rekaman CCTV yang kami peroleh menunjukkan bahwa ken­daraan truk itu yang menyenggol sepeda motor yang ditumpangi anak kami. Dan itu bukan dari arah bela­kang, melainkan depan truk. Dan setelah menyenggol dan melindas anak kami, truk tersebut tidak ber­henti. Sopir truk justru tetap melan­jutkan perjalanan bersama rombo­ngan,” ujar Mariska sebelumnya.

Keluarga berharap adanya pengobatan lanjutan hingga pulih total, rehabilitasi medis jangka panjang, pendampingan psikologis, jaminan pendidikan, dukungan masa depan korban.

Selain itu, keluarga juga meminta perhatian dari pihak penyedia layanan transportasi Maxim untuk meningkatkan perlindungan kesela­ma­tan penumpang serta memberikan dukungan tambahan bagi korban.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyangkut masa depan seorang anak yang kini tengah berjuang untuk pulih.

Keluarga berharap seluruh pihak dapat menunjukkan tanggung jawab bersama secara berkelanjutan agar masa depan korban tetap terjamin. 

Menanggapi dinamika pembe­ritaan dan beredarnya rekaman CCTV di masyarakat, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan dinas TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 18.30 WIT. Saat itu, konvoi truk TNI AD yang mengangkut calon siswa (casis) tengah melintas dengan pengawalan resmi Polisi Militer. Di depan kantor Jasa Raharja, sebuah sepeda motor ojek daring yang dikendarai JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi dan bersenggolan dengan truk terakhir.

Akibat insiden tersebut, penum­pang motor, Shakira Kerenpukh Pagaya (14), mengalami cedera serius di bagian panggul dan harus menjalani perawatan intensif.

Kapendam XV/Pattimura me­nyam­paikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video CCTV. Ia mene­gaskan bahwa sejak awal, pihak Kodam berkomitmen untuk mena­ngani peristiwa ini secara bertang­gung jawab dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Empati masyarakat menjadi perhatian serius kami, dan setiap langkah yang diambil sejak hari pertama dilandasi niat tulus untuk membantu korban,” ujar Kolonel Heri.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kodam XV/Pattimura telah menye­rah­kan santunan sebesar Rp 25 juta kepada keluarga korban untuk meringankan beban awal. Selain itu, hingga hari ke-41 perawatan, pihak Ko­dam terus memantau perkemba­ngan kondisi korban secara intensif.

Saat ini, kondisi Shakira dilapor­kan mulai membaik pasca menjalani operasi di RSUP Leimena. Korban telah sadar penuh, mampu berkomu­ni­kasi, dan mulai menjalani latihan berjalan dalam proses pemulihan.

Dalam proses medis tersebut, dukungan juga datang dari prajurit TNI yang secara sukarela menyum­bangkan puluhan kantong darah guna menunjang kelancaran operasi. Koordinasi intensif pun terus dilakukan antara Kakesdam XV/Pattimura dan tim dokter yang menangani korban.

Meski insiden ini dikategorikan sebagai musibah, sopir truk yang terlibat tetap menunjukkan itikad baik dengan membantu keluarga kor­ban selama masa perawatan. Namun demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Sopir saat ini tengah diproses, sementara kendaraan truk masih diamankan di Pomdam XV/Pattimura sebagai barang bukti.

Kapendam menegaskan, pihak­nya terbuka untuk terus berkoor­dinasi dengan keluarga korban guna memastikan seluruh proses pengo­batan berjalan optimal.

“Kehadiran TNI AD dalam meng­awal pemulihan ini adalah bentuk tanggung jawab kami. Kami tidak lepas tangan dan tetap mengede­pankan sisi kemanusiaan,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Kapen­dam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, khususnya memberikan prioritas kepada kendaraan yang mendapat pengawalan resmi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, demi kesela­matan bersama. 

Kendati demikian, pihak Kodam XV/Pattimura tidak memberikan keterangan resmi terkait dengan tudingan keluarga terhadap penca­butan laporan untuk tak diproses hukum. (S-10/S-25)

BERITA TERKAIT