SIWALIMA.id > Berita
Kuota Minim Ratusan Siswa Berebut Masuk SMA Siwalima
Pendidikan | Kamis, 21 Mei 2026 pukul 18:20 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku menurunkan jumlah kuota untuk masuk ke SMA Siwalima dari 152 tahun ajaran 2025/2026 menjadi 80 di tahun ajaran 2026/2027.

Penurunan jumlah kuota disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah pasca pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin mengungkapkan sampai dengan saat ini, jumlah pendaftar masuk SMA Siwalima mencapai 900 orang.

“Sampai hari ini sudah 900 siwa mendaftar, sementara kuota hanya 80 siswa saja," jelas Singerin ketika dikonfirmasi kepada Siwalima di Kantor Gubernur, Rabu (20/5).

Artinya, memang animo masyarakat untuk masuk di sekolah ini cukup luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya yang pendaftarannya sebanyak 600 orang.

Dijelaskan seperti tahun-tahun sebelumnya, ratusan siswa yang mendaftar di SMA Siwalima ini bukan hanya berasal dari Kota Ambon saja melainkan dari kabupaten dan kota se-Maluku.

Penerimaan masuk SMA Siwalima lanjutnya tidak seperti SMA dan SMK lainnya yang menggunakan sistem zonasi.

“SMA Siwalima, penerimaan siswa baru menggunakan jalur prestasi. Seleksi secara ketat guna memastikan siswa yang diterima sesuai standar yang ditetapkan,” tegasnya.

Ia juga memastikan proses penerimaan siswa di SMA Siwalima tetap dilakukan sesuai dengan juknis yang ditetapkan Kemendikdasmen dan dilakukan secara transparan.

Sementara untuk SMA dan SMK, Singerin memastikan pendaftaran siswa baru akan dilakukan pada 2 Juni mendatang yang didahului dengan sosialisasi. “Hari ini kita sedang sosialisasi sistem penerimaan murid baru, tanggal 2 nanti kita buka serentak pendaftarannya,” terangnya.

Ia menyambut penerimaan murid baru di SMA/SMK, Kemendikdasmen menetapkan empat jalur utama yakni zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi.

Penerimaan SPMB 2026 jalur domisili atau zonasi dengan prioritas berdasarkan kedekatan alamat KK dengan sekolah dan akan menggunakan peta digital yang presisi.

Untuk jalur afirmasi penerima­an siswa baru yang diperuntuk­kan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas.

Kemudian untuk jalur prestasi akan didasarkan pada nilai rapor 5 semester terakhir, hasil tes bakat minat (khusus SMK) atau prestasi akademik, non akademik atau kepemimpinan.

Sedangkan jalur mutasi merupakan sistem penerimaan siswa yang mengikuti perpinda­han orang tua atau anak guru.

“Saya berharap adik-adik siswa SMP dan MTs untuk bersabar sambil menunggu pendaftaran dibukanya dan silahkan mendaftar seusai jalur-jalur yang sudah ditetapkan,” urainya. (S-20) 

BERITA TERKAIT