AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku hingga saat ini belum menetapkan jumlah kuota program manggurebe biking bae rumah tahun 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maluku Nurjanah Yunus menjelaskan program manggurenbe biking bae rumah merupakan salah satu prioritas pemerintahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Untuk tahun 2025, program ini telah berhasil menyasar 204 kepala keluarga dan hasilnya sebanyak 204 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di empat kabupaten berhasil ditangani dengan anggaran 7.1 miliar rupiah.
"Untuk 204 unit rumah tidak layak huni yang dibangun ditahun 2025 dengan program manggurenbe biking bae rumah semuanya sudah tuntas dikerjakan dan telah diserahkan kepada masing-masing pemilik rumah," ucap Nurjanah kepada wartawan di kantor Gubernur, Senin (1/6).
Dijelaskan Pemprov Maluku berkomitmen untuk terus menempatkan peningkatan akses terhadap hunian layak, aman dan berkelanjutan sebagai bagian penting dalam strategi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah pedesaan.
Namun jumlah kuota rumah tidak layak huni yang akan ditangani melalui program unggulan Gubernur Maluku ini harus menunggu penetapan karena harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
"Kita tahu kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan TKD ini berdampak pada APBD kita jadi kita harus menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, jadi masyarakat harus sedikit menunggu," jelasnya.
Kendati begitu, Nurjanah menegaskan program manggurenbe biking bae rumah tetap berjalan ditahun 2026 ini sebab Gubernur telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut.
Nurjanah menegaskab seluruh penerimaan manfaat program manggurenbe biking bae rumah di tahun 2026 nantinya tetap menyasar penerima berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta hasil verfikasi lapangan yang dilakukan secara komprhensif oleh Dinas PKP.
Terkait dengan besaran biaya, Nurjanah menjelaskan untuk tahun 2025 lalu masyarakat penerima manfaat program unggulan manggurenbe biking bae rumah diberikan biaya sebesar Rp35.000.000 dengan mempertimbangkan sejumlah aspek seperti disparitas harga bahan bangunan, namun untuk tahun 2026 masih menunggu keputusan bersamaan pemrov.
"Memang sudah dianggarkan tapi besarannya belum pasti karena harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Mudah-mudahan secepatnya ada kepastian tapi yang pasti pak Gubernur sudah menegaskan program ini akan berlanjut," tegas Nurjanah.(S-20)