AMBON, Siwalima.id - Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, mewisuda sebanyak 1.298 lulusan pada periode April 2026 yang bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-63, yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4).
Dalam sambutannya, Fredy menegaskan arah pengembangan Unpatti yang berpijak pada karakteristik wilayah kepulauan melalui konsep Bina Mulia Kelautan sebagai pola ilmiah pokok kampus.
“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus menjadi universitas yang berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi bagi bangsa maritim,” ujar Fredy dalam sambutannya,
Menurut dia, keunggulan Unpatti terletak pada bidang maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga sosial budaya kawasan timur Indonesia.
Fredy juga mengungkapkan bahwa Unpatti terus menunjukkan perkembangan positif, di antaranya peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini mencapai 35,28 persen, serta peningkatan signifikan jumlah program studi berakreditasi unggul dari 6 menjadi 16 dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, Unpatti telah membangun 59 kerja sama internasional dan ratusan kerja sama nasional lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga swasta.
Dalam aspek tata kelola, ia menyebut capaian kinerja anggaran mencapai lebih dari 96 persen dan nilai kinerja institusi berada pada kategori sangat baik.
Namun demikian, Fredy mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada tingkat serapan lulusan ke dunia kerja yang baru mencapai sekitar 21,82 persen, di bawah target 60 persen.
“Ini menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi kita untuk bekerja lebih keras meningkatkan kesiapan lulusan,” ujarnya.
Ia menegaskan empat fokus utama pengembangan Unpatti ke depan, yakni peningkatan keunggulan akademik, penguatan reputasi internasional, kemandirian pendanaan, serta tata kelola yang berintegritas.
“Gelar akademik yang disematkan hari ini adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti capaian mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, di mana 32 lulusan berasal dari program tersebut dan sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude.
Untuk diketahui lulusan Unpatti yang diwisudakan sebagai berikut, 845 sarjana (S1) yang terdiri dari Fakultas Hukum (83), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (88), keguruan dan Ilmu Pendidiakn (211), ekonomi dan bisnis (145), Pertanian (68), Perikanan dan Ilmu Kelautan (37), Teknik (69), Sains dan Teknologi (54), Kedokteran (25), PSDKU Aru (29), PSDKU MBD (36).
Selain itu, 373 lulusan profesi yang terdiri dari Keguruan dan Ilmu Pendidikan (302), Kedokteran (71), dan 75 Magister, serta 5 Doktor. Rata-rata lama studi tercatat 3,6 tahun dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,35.
Dukung Pendidikan
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Maluku.
Vanath juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku terus melanjutkan perjuangan para pemimpin sebelumnya dalam mendorong kemajuan daerah kepulauan, termasuk memperjuangkan kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada karakteristik wilayah Maluku.
“Kami terus memperjuangkan agar wilayah kepulauan dengan laut yang luas dapat masuk dalam kriteria pembagian dana alokasi umum,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan lembaga legislatif, dalam memperkuat pembangunan pendidikan di Maluku. Menurutnya, seluruh perguruan tinggi di daerah harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas agar mampu mencetak sumber daya manusia unggul.
Konsep Monokomplementalisme
Ketua Senat Universitas Pattimura, Tonny Pariela, untuk pertama kalinya membuka secara resmi wisuda periode April 2026.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integrasi antara spiritualitas dan intelektualitas sebagai dasar pembentukan karakter lulusan.
Menurutnya, motto Unpatti yang berlandaskan nilai empati menjadi fondasi spiritualitas yang harus menjiwai seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Nilai tersebut, kata dia, mencerminkan semangat untuk terus berkembang dan membentuk cara berpikir serta bertindak. “Spiritualitas ini harus menjadi karakter kepribadian insan Unpatti. Namun, hal itu tidak cukup jika tidak disertai dengan orientasi intelektual,” ujarnya.
Ia menjelaskan, orientasi intelektual Unpatti yang dikenal dengan pengembangan berbasis kelautan menjadi ciri khas utama dalam seluruh disiplin ilmu yang dikembangkan. Konsep tersebut dinilai memiliki kekuatan strategis dalam konteks sosial, ekonomi, politik, hingga akademik di berbagai level.
Tonny menyebut keterpaduan antara motto empati dan orientasi kelautan sebagai konsep monokomplementalisme, yakni dua pandangan yang menyatu dan saling melengkapi sebagai ideologi Unpatti.
“Ini menjadi dasar pembentukan kepribadian utuh, baik secara spiritual maupun intelektual,” katanya.
Ia menambahkan, konsep tersebut relevan dengan tema Dies Natalis ke-63 Unpatti yang menekankan pentingnya melahirkan talenta unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Seragam Baru
Unpatti meluncurkan seragam baru senat dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 yang bertepatan dengan wisuda periode April 2026.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy dalam sambutannya mengatakan, peluncuran tersebut menjadi bagian dari implementasi kebijakan internal kampus yang mengacu pada regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekaligus memperkuat identitas kelembagaan Unpatti.
Seragam dengan nuansa biru itu perrama kali dikenakan dalam momen Wisuda yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4),
Selain itu, pada momentum yang sama, Fredy juga memperkenalkan konsep akademik Pola Ilmiah Pokok (PIP) Bina Mulia Kelautan yang telah dibukukan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku tersebut telah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 22 April 2026 dengan masa berlaku hingga 50 tahun.
Rektor Unpatti menyampaikan bahwa peluncuran buku ini menjadi kado istimewa bagi Dies Natalis ke-63 sekaligus penegasan arah pengembangan keilmuan kampus berbasis karakteristik wilayah kepulauan.
“Konsep ini menegaskan identitas Unpatti sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu berbasis kelautan dan kepulauan,” ujarnya. (S-25)