SIWALIMA.id > Berita
Luluskan 1.298 Wisudawan, Rektor: Arah Kampus Unpatti Berbasis Kelautan & Global
Pendidikan | Jumat, 24 April 2026 pukul 14:02 WIT

AMBON, Siwalima.id - Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, mewisuda sebanyak 1.298 lulusan pada periode April 2026 yang bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-63, yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4).

Dalam sambutannya, Fredy mene­gaskan arah pengembangan Unpatti yang berpijak pada karakteristik wilayah kepulauan melalui konsep Bina Mulia Kelautan sebagai pola ilmiah pokok kampus.

“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus menjadi universitas yang berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi bagi bangsa maritim,” ujar Fredy dalam sambutannya, 

Menurut dia, keunggulan Unpatti terletak pada bidang maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga sosial budaya kawasan timur Indonesia.

Fredy juga mengungkapkan bahwa Unpatti terus menunjukkan perkembangan positif, di antaranya peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini mencapai 35,28 persen, serta peningkatan signifikan jumlah program studi berakreditasi unggul dari 6 menjadi 16 dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, Unpatti telah memba­ngun 59 kerja sama internasional dan ratusan kerja sama nasional lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga swasta.

Dalam aspek tata kelola, ia menyebut capaian kinerja anggaran mencapai lebih dari 96 persen dan nilai kinerja institusi berada pada kategori sangat baik.

Namun demikian, Fredy mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada tingkat serapan lulusan ke dunia kerja yang baru mencapai sekitar 21,82 persen, di bawah target 60 persen.

“Ini menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi kita untuk bekerja lebih keras meningkatkan kesiapan lulusan,” ujarnya.

Ia menegaskan empat fokus utama pengembangan Unpatti ke depan, yakni peningkatan keunggulan aka­demik, penguatan reputasi inter­nasional, kemandirian pendanaan, serta tata kelola yang berintegritas.

“Gelar akademik yang disematkan hari ini adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya di te­ngah masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti capaian maha­siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, di mana 32 lulusan berasal dari program terse­but dan sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude.

Untuk diketahui lulusan Unpatti yang diwisudakan sebagai berikut, 845 sarjana (S1) yang terdiri dari Fakultas Hukum (83), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (88), keguruan dan Ilmu Pendidiakn (211), ekonomi dan bisnis (145), Pertanian (68), Perika­nan dan Ilmu Kelautan (37), Teknik (69), Sains dan Teknologi (54), Kedokteran (25), PSDKU Aru (29), PSDKU MBD (36).

Selain itu, 373 lulusan profesi yang terdiri dari  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (302), Kedokteran (71), dan 75 Magister, serta 5 Doktor. Rata-rata lama studi tercatat 3,6 tahun dengan rata-rata indeks pres­tasi kumulatif (IPK) sebesar 3,35.

Dukung Pendidikan 

Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pening­ka­tan kualitas pendidikan di Maluku.

Vanath juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku terus melanjutkan perjuangan para pemim­pin sebelumnya dalam mendorong kemajuan daerah kepulauan, terma­suk memperjuangkan kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada karakteristik wilayah Maluku.

“Kami terus memperjuangkan agar wilayah kepulauan dengan laut yang luas dapat masuk dalam kriteria pembagian dana alokasi umum,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan lembaga legis­latif, dalam memperkuat pembangu­nan pendidikan di Maluku. Menu­rut­nya, seluruh perguruan tinggi di dae­rah harus terus didorong untuk me­ningkatkan kualitas agar mampu men­cetak sumber daya manusia unggul.

Konsep Monokomplementalisme

Ketua Senat Universitas Patti­mura, Tonny Pariela, untuk pertama kalinya membuka secara resmi wisuda periode April 2026. 

Dalam sambutannya, ia mene­kankan pentingnya integrasi antara spiritualitas dan intelektualitas sebagai dasar pembentukan karakter lulusan.

Menurutnya, motto Unpatti yang berlandaskan nilai empati menjadi fondasi spiritualitas yang harus menjiwai seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependi­dikan, mahasiswa, hingga alumni. Nilai tersebut, kata dia, mencermin­kan semangat untuk terus berkem­bang dan membentuk cara berpikir serta bertindak. “Spiritualitas ini harus menjadi karakter kepribadian insan Unpatti. Namun, hal itu tidak cukup jika tidak disertai dengan orientasi intelektual,” ujarnya.

Ia menjelaskan, orientasi intelek­tual Unpatti yang dikenal dengan pengembangan berbasis kelautan menjadi ciri khas utama dalam selu­ruh disiplin ilmu yang dikembang­kan. Konsep tersebut dinilai memiliki kekuatan strategis dalam konteks sosial, ekonomi, politik, hingga aka­demik di berbagai level.

Tonny menyebut keterpaduan antara motto empati dan orientasi kelautan sebagai konsep monokom­ple­mentalisme, yakni dua panda­ngan yang menyatu dan saling me­lengkapi sebagai ideologi Unpatti.

“Ini menjadi dasar pembentukan kepribadian utuh, baik secara spiritual maupun intelektual,” katanya.

Ia menambahkan, konsep tersebut re­levan dengan tema Dies Natalis ke-63 Unpatti yang menekankan pen­tingnya melahirkan talenta unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

Seragam Baru

Unpatti meluncurkan seragam baru senat dalam rangkaian peringa­tan Dies Natalis ke-63 yang bertepa­tan dengan wisuda periode April 2026.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy dalam sambu­tannya mengatakan, peluncuran ter­sebut menjadi bagian dari imple­mentasi kebijakan internal kampus yang mengacu pada regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Tekno­logi, sekaligus memperkuat identitas kelembagaan Unpatti.

Seragam dengan nuansa biru itu perrama kali dikenakan dalam momen Wisuda yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4), 

Selain itu, pada momentum yang sama, Fredy juga memperkenalkan konsep akademik Pola Ilmiah Pokok (PIP) Bina Mulia Kelautan yang telah dibukukan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku tersebut telah mem­peroleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 22 April 2026 dengan masa berlaku hingga 50 tahun.

Rektor Unpatti menyampaikan bahwa peluncuran buku ini menjadi kado istimewa bagi Dies Natalis ke-63 sekaligus penegasan arah pengem­bangan keilmuan kampus berbasis karakteristik wilayah kepulauan.

“Konsep ini menegaskan identitas Unpatti sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu berbasis kelautan dan kepu­lauan,” ujarnya. (S-25)

BERITA TERKAIT