AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena diberikan kesempatan untuk memberikan kuliah umum saat pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Senin (4/5).
Dalam arahan, walikota berharap mahasiswa KKN harus tampil sebagai agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa KKN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat mendorong kemajuan daerah. Kehadiran mereka harus memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pesannya.
Ia menekankan, program KKN merupakan jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas sosial di lapangan.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya menyelesaikan program kerja, tetapi juga memahami dinamika masyarakat, mengidentifikasi potensi lokal, serta merancang solusi inovatif.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting terutama dalam mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi kreatif di daerah.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Ambon melalui konsep “Ambon Manise” yang menekankan nilai inklusivisme, toleransi dan keberlanjutan.
Pemerintah kota, lanjutnya, tengah fokus mengembangkan sektor unggulan seperti pariwisata berbasis waterfront city, ekonomi kreatif, serta blue economy di Teluk Ambon.
Selain itu, reformasi perizinan, kepastian hukum tata ruang, hingga penguatan inklusi keuangan terus didorong guna menciptakan ekosistem usaha yang bersih dan bebas pungutan liar.
“Digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi kreatif, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, Ambon juga mengembangkan konsep Smart City yang terintegrasi dengan identitas globalnya sebagai City of Music.
Mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan dan mengimplementasikan teknologi di tengah masyarakat.
Ia turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah dan masyarakat agar program yang dijalankan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.
“Tinggalkan jejak yang baik, bukan hanya dalam bentuk program, tetapi juga dalam hati masyarakat. Jadilah inspirasi bagi masa depan,” tutupnya.(S-30)