SIWALIMA.id > Berita
Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan di Masyarakat
Pendidikan | Selasa, 5 Mei 2026 pukul 20:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena diberikan kesempatan untuk memberikan kuliah umum saat pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Senin (4/5).

Dalam arahan, walikota berharap  mahasiswa KKN harus tampil se­bagai agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa KKN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat mendorong kemajuan daerah. Kehadiran mereka harus memberi dampak nyata dan berke­lanjutan bagi masyarakat,” pesannya.

Ia menekankan, program KKN merupakan jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas sosial di lapangan.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya menyelesaikan program kerja, tetapi juga memahami dina­mika masyarakat, mengidentifikasi potensi lokal, serta merancang solusi inovatif.

Menurutnya, pendekatan terse­but penting terutama dalam mendu­kung transformasi digital dan pe­nguatan ekonomi kreatif di daerah.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Ambon melalui konsep “Ambon Manise” yang menekankan nilai inklusivisme, toleransi dan keberlanjutan.

Pemerintah kota, lanjutnya, te­ngah fokus mengembangkan sektor unggulan seperti pariwisata berba­sis waterfront city, ekonomi kreatif, serta blue economy di Teluk Ambon.

Selain itu, reformasi perizinan, kepastian hukum tata ruang, hingga penguatan inklusi keuangan terus didorong guna menciptakan ekosis­tem usaha yang bersih dan bebas pungutan liar.

“Digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi kreatif, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Ambon juga mengembangkan konsep Smart City yang terintegrasi dengan iden­ti­tas globalnya sebagai City of Music.

Mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan dan mengimple­mentasikan teknologi di tengah masyarakat.

Ia turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah dan masyarakat agar program yang dijalankan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.

“Tinggalkan jejak yang baik, bukan hanya dalam bentuk program, tetapi juga dalam hati masyarakat. Jadilah inspirasi bagi masa depan,” tutupnya.(S-30)

BERITA TERKAIT