AMBON, Siwalima.id - Keterbatasan dana tidak menyurutkan semangat tim basket asal Kabupaten Tanimbar untuk mengikuti ajang Rebellion Cup di Ambon. Bahkan dengan segala upaya, para pemain tetap berangkat demi membawa nama daerah.
Perwakilan tim, Ryan Afaratu mengaku, sejak awal tim telah berusaha mengumpulkan dana melalui berbagai cara, termasuk pengajuan proposal.
“Kami sudah berupaya mencari dana, salah satunya lewat proposal. Walaupun tidak sesuai target, tapi kami tetap berangkat karena semangat kami tidak boleh padam,” ujar Ryan kepada Siwalima.id di Ambon, Rbau (06/5).
Namun, setibanya di Ambon kata Ryan, tim menghadapi berbagai kendala, terutama terkait biaya akomodasi, konsumsi dan tempat tinggal selama mengikuti pertandingan.
“Kami kesulitan biaya hidup di Ambon. Bahkan ada pemain yang harus menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Ryan.
Ditengah keterbatasan tersebut, Afaratu mewakili timnya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Fraksi PDIP DPRD Maluku, Andreas JW Taborat, yang telah meluangkan waktu mengunjungi mereka serta memberikan bantuan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pak Andreas JW Taborat yang sudah datang mengunjungi kami dan membantu tim. Kami juga sangat bersyukur, karena lewat tangan dingin beliau kami bisa bertahan di Kota Ambon,” ucap Ryan.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, tim tetap berkomitmen untuk tampil maksimal dalam turnamen tersebut. Mereka berharap ke depan ada perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah daerah maupun pihak terkait terhadap pembinaan atlet di daerah kepulauan.
“Kami tetap berjuang karena ini soal membawa nama Tanimbar. Harapan kami ada dukungan lebih ke depan,” harap Ryan.(S-26)