ANGGOTA Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach menyoroti beban kerja guru di SMA Siwalima yang dnilai sangat berat akibat pengelolaan sekolah dan asrama yang masih digabungkan.
Yan mengaku, hasil pengawasan DPRD menemukan para guru tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga harus menangani pengawasan asrama hingga malam hari.
“Beban guru terlalu berat karena manajemen asrama dan manajemen sekolah digabungkan,” kata Yan, kepada Siwalima melalui sambungan telepon, Kamis (28/5).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat guru harus bekerja hampir tanpa jeda karena tetap diwajibkan mengajar pada pagi hari setelah menjalankan tugas piket malam di asrama.
“Guru harus piket malam lalu paginya mengajar lagi. Beban tugasnya terlalu berat,” ujarnya.
Yan menilai kondisi itu dapat mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar jika tidak segera mendapat perhatian pemerintah.
Pihaknya meminta adanya tambahan pegawai khusus untuk menangani pengelolaan asrama agar guru dapat lebih fokus menjalankan tugas pendidikan.
“Harus ada tambahan personel untuk menangani kebutuhan di asrama sehingga guru tidak dibebani terlalu banyak tugas tambahan,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti tidak adanya tambahan insentif bagi guru yang menjalankan tugas tam-bahan di asrama. “Mereka dikasih tugas mengajar, dikasih tugas di asrama, tapi yang dibayar cuma tugas mengajar saja,” ungkap Yan.
Menurutnya, SMA Siwalima me-miliki peran penting karena menjadi sekolah representasi seluruh kabupaten/kota di Maluku. “Semua daerah ada di situ. Itu wajah Maluku di SMA Siwalima,” tandasnya.
Infrastruktur
Noach juga menyoroti kondisi infrastruktur dan layanan kesehatan di SMA Siwalima yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Tahun lalu kami awasi kebutuhan air dan sekarang sudah oke. Tetapi masih ada perbaikan di kamar mandi dan toilet asrama putra maupun putri yang harus diperhatikan,” kata Yan.
Selain persoalan fasilitas dasar, DPRD juga menemukan belum adanya klinik kesehatan di lingkungan SMA Siwalima meski ratusan siswa tinggal di asrama.
Akibatnya, siswa yang sakit harus keluar dari lingkungan sekolah untuk mencari pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
“Tidak ada klinik di SMA Siwalima. Kalau ada siswa sakit mereka harus keluar cari puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk berobat,” ujarnya.
Menurut Yan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena SMA Siwalima merupakan sekolah berasrama yang dihuni siswa dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.
DPRD Maluku meminta pemerintah segera menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan serta tenaga medis di lingkungan sekolah. “Minimal harus ada tenaga medis yang ditempatkan di situ supaya pelayanan kesehatan siswa bisa tertangani dengan cepat,” tegasnya.
Ia berharap perhatian terhadap fasilitas dasar dan layanan kesehatan di SMA Siwalima dapat menjadi prioritas pemerintah demi mendukung kenyamanan dan keselamatan siswa selama menempuh pendidikan di asrama.(S-26)