SIWALIMA.id > Berita
Palang Dibuka, Jalan Trans Seram Waesarisa-Piru Kembali Normal
Online | Jumat, 26 September 2025 pukul 02:13 WIT

PIRU, Siwalimanews – Jalan Trans Seram Waearissa menuju ke Piru dan sebaliknya Piru menuju Kairatu yang sempat lumpuh total, kini kembali normal.

Aktivitas transportasi di ruas jalan itu sempat lumpuh total kurang lebih enam jam, dikarenakan aksi pemalangan jalan oleh masyarakat Desa Kaibobu, Kecamatan Kairatu Barat.

Pembukaan jalan itu berkat negoisasi antara Bupati Asri Araman didampingi Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, serta Dandim 1315/SBB Letkol Infantri  Rudolf G Paulus dengan Raja Negeri Kaibobu serta para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda negeri tersebut.

Negosiasi yang cukup memakan waktu tersebut akhirnya membuahkan hasil, dimana jalan ini dibuka sekitar pukul 12.00 WIT, dimana pohon yang dipakai untuk memalang jalan diangkat oleh eksevator.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli kepada Siwalimanews menjelaskan, pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat ini merupakan protes dari masyarakat Kaibobu atas persolan sengketa batas lahan antara Desa Waisamu dan Kaibobu.

Untuk persoalan sengketa lahan sudah ditangani langsung oleh pemerintah daerah dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk penyelesaian secara damai, sebab dengan kedamaian, maka tidak terjadi permasalahan lagi.

“Untuk itu saya himbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan Trans Seram Waesarisa-Piru arus lilintas sudah berjalan seperti biasanya. Sebab jalan yang sempat diblokir sidak dibuka, sehingga aktivitas kembali normal,” himbau kapolres.

Kapolres berharap, jika ada persoalan harus diselesaikan dengan baik ditingkat pemda dan kepolisian, sebab jika menyelesaikan dengan lakukan pemalangan jalan, itu sangat mengganggu masyarakat lain, khususnya pengguna jalan.

Ditempat yang sama Bupati SBB Asri Arman mengaku, persoalan sengketa lahan tersebut berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait secepatnya untuk menyelesaikan perosalan ini, sehingga tidak berlarut-larut.

“Saya akan panggil pihak Pemdes Waisamu, Pemdes Kaibobu dan Desa Etti untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini,” janji bupati. (S-18)

BERITA TERKAIT