BULA, Siwalima.id - Memperingati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBT menggelar lomba gulung papeda, di Pujasera Desa Wailola. Sabtu (25/4).
Kegiatan yang mengusung tema: “Meneladani Semangat Kartini, Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya dan Berdampak.”
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBT, Abdul Azis Yanlua dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Kartini bukan hanya seremonial semata, namun momentum untuk membangkitkan semangat perjuangan perempuan Indonesia, khususnya perempuan di Bumi Bertajuk Ita Wotu Nusa
"Perempuan akar rumput memiliki peran penting dalam membangun keluarga, masyarakat, serta daerah. Melalui kegiatan lomba gulung papeda ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan, melestarikan budaya lokal, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kreativitas kaum perempuan," ungkap Azis.
Politisi muda yang juga anggota DPRD SBT ini juga, mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
"PDI-P SBT saat ini kami sedang menyelenggarakan kegiatan yang cukup sangat melegenda, berkaitan dengan hari lahirnya perempuan yang menjadi sosok inspirasi di bangsa kita yakni ibu Kartini," ujarnya.
Dikatakan, makna diambil dari PDI- P menggelar lomba gulung Papeda, sejatinya memindahkan makanan papeda dari tempatnya ke piring itu sangat berbeda jauh. Dia punya tradisi gulung tersendiri jadi mengeksekusi dari tempat awal ke piring, punya tradisi yang berbeda dengan makanan- makanan khas lainnya
"Karena itu PDI-P hadir untuk merefleksi dan menghidupkan kembali tradisi gulung papeda yang sekian lama mungkin saja terkikis dan sudah. Hari ini kita aktifkan kembali, mengingatkan tentang ekstensi dari makan papeda dan tradisinya yang telah dihidupkan para leluhur kita di Maluku pada umumnya dan SBT pada khususnya," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil ketua kebijakan publik dan Reformasi Birokrasi PDI Perjuangan Maluku Arobi Kelian dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan SBT atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu perempuan yang berdaya secara ekonomi, berani menyuarakan aspirasi, serta mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat," pinta Arobi.(S-27)