AMBON, Siwalima.id - Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi memastikan telah meringkus pelaku penikaman Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Kedati begitu, Rian belum mau membeberkan identitas pelaku yang saat ini sementara diperiksa intesif di Polres Maluku Tenggara.
“Untuk pelaku sudah diamankan, sementara dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Saat ini tambah Rian, polisi masih mendalami motif penyerangan serta kronologi lengkap kejadian. "Untuk motif masih didalami," ujarnya.
Nus Kei meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.30 WIT.
Menurut Rian, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah menunggu kendaraan di area bandara, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil.
“Korban saat itu sedang menunggu kendaraan di bandara,” ujar Rian saat dikonfirmasi Siwalima.id, via pesan singkat Minggu sore.
Ia menjelaskan, insiden bermula pada Minggu siang ketika korban baru tiba di Langgur. Saat berada di area kedatangan, korban kemudian diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia.
Rian menambahkan, pelaku penikaman telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian.
Terkait kondisi terkini pasca kejadian, Rian belum memberikan keterangan.
Ditanya apakah ada hubungan dengan eks preman asal Kei atau memang ada masalah lain dalam insiden tersebut, Rian enggan menanggapi.
Peristiwa ini mengejutkan masyarakat Maluku Tenggara, mengingat Nus Kei merupakan salah satu tokoh politik lokal yang cukup dikenal.
Ia diketahui berada di Langgur untuk menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026. (S-25)