BULA, Siwalima.id - Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan, karena pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat, daerah, dan bangsa.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk mengabdi kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan negara,” ujar Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Ramli Kilwarany pada Rapat Senat Terbuka Luas Biasa Wisuda ke- VI tahun 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Ita Wotu Nusa, yang berlangsung di gedung serbaguna Dinas Kesehatan, Rabu (29/4).
Kata dia, perlu dipahami bersama bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari perjuangan baru dalam menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang saat ini.
“Capaian ini tentu merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan dari keluarga dan seluruh civitas akademika. Saya berharap, para lulusan dapat mengambil peran aktif, berkontribusi, dan membantu mendorong kemajuan daerah melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kemampuan yang dimiliki,” ungkap bupati
Sementara, Kepala LLDKI Wilayah VII Maluku Maluku Utara dalam sambutannya yang dibacakan oleh kepala Bagian Umum Stevy Moniharapon, menyampaikan, terima kasih kepada Yayasan Nafiri Ukar Sengan sebagai penyelenggara STKIP Ita Wotu Nusa, karena telah membantu pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan kepada masyarakat khususnya di wilayah SBT.
“Tentunya tugas ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, karena memang terbukti perguruan tinggi negeri mungkin tidak bisa menjangkau seluruh pelosok nusantara, sehingga dengan hadirnya perguruan tinggi swasta pasti sangat membantu masyarakat agar dapat merasakan Pendidikan,” ujarnya.
Ia mengaku, guru memang perlu menguasai teknologi pembelajaran, bukan sekadar tambahan, tapi sudah jadi kebutuhan inti dan tidak semua lulusan langsung siap dengan tuntutan ini.
Kebutuhan dunia industri dan dunia usaha juga perlu menjadi perhatian perguruan tinggi. Teori yang dipelajari di kampus, sering kali berbeda dengan kebutuhan di lapangan.
“Mari buat kolaborasi dengan dunia industri dan dunia usaha sehingga kita bisa mengetahui kebutuhan dunia industri dan dunia usaha ini, lalu disusun dalam kurikulum, mengirim mahasiswa untuk magang, mengundang para praktisi untuk mengajar tentunya kami berharap kampus dapat juga melaksanakan hal ini. Perguruan tinggi harus menjadi pusat penggerak inovasi, sekaligus tempat tumbuhnya karakter, integritas, dan kecintaan terhadap bangsa,” tandasnya.(S-27)