SIWALIMA.id > Berita
Pemerintah Memulai Program Pembatasan Kehamilan
Daerah | Jumat, 13 Maret 2026 pukul 14:00 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon menargetkan pelayanan tubektomi atau metode operasi wanita bagi 34 pasien di tahun 2026.

Tubektomi merupakan prosedur sterilisasi permanen dengan memotong, mengikat, atau menutup saluran tuba falopi untuk mencegah sel telur bertemu sperma.

“Pelayanan tubektomi disediakan untuk tujuh rumah sakit di kota ambon,” kata Kepala Dinas PPKB Kota Ambon, Welly Patty kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (12/3).

Ia menyebut, setiap daerah diminta memenuhi target pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, Ambon memiliki peluang besar untuk mencapai target tersebut karena memiliki fasilitas kesehatan yang relatif lebih banyak dibandingkan daerah lain di Maluku.

Tujuh rumah sakit masing-masing Rumah Sakit Bhakti Rahayu, RST tingkat II Dr. J. Latumenten, GPM, RSUD Dr. Haulussy, Alfatah, Rumah Sakit Otokwik dan Rumkital dr. FX Suhardjo Ambon. “Kami berharap pelayanan tubektomi dapat dilaksanakan di rumah sakit tersebut sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.

Selain itu, DPPKB Kota Ambon juga bekerja sama dengan dokter Jean Pattia­sina untuk menangani pe­laya­nan metode kontrasepsi jangka pan­jang melalui dukungan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat.

Melalui program tersebut, pada 2026 ditargetkan terdapat 34 pasien tubektomi yang tersebar di lima kecamatan di Kota Ambon.

“Program ini dibiayai pemerintah pusat melalui dana DAK. Target awalnya 34 orang, tetapi jika bisa melebihi kuota tersebut tentu akan lebih baik,” harapnya.

Olehnya itu ia berharap Ambon dapat mencapai target bahkan menjadi daerah dengan capaian terbaik secara nasional dalam pelayanan tubektomi, sekaligus berkontribusi pada pencapaian rekor MURI yang dicanangkan pemerintah pusat.(Mg-1)

BERITA TERKAIT