SIWALIMA.id > Berita
Polisi Berhasil Atasi Bentrok Pemuda di SBB Dua Luka, 4 Diamankan
Daerah , Headline | Selasa, 2 Juni 2026 pukul 15:24 WIT

PIRU, Siwalima.id - Polres Seram Bagian Barat berhasil mengatasi bentrok antara pemuda dari Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual, Sabtu (30/5).

Bentrok tersebut dipicu kesalah­pa­haman saat acara pesta rakyat atau joget, mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok, sementara empat orang diamankan polisi.

Dua pemuda yang luka bacok, salah satunya dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Ambon, semen­tara satu korban lainnya menjalani perawatan di puskesmas terdekat.

Peristiwa bentrok ini  sempat mem­buat ketegangan antar dua kelompok tersebut dan menyebabkan pemblo­kiran jalan di sejumlah titik di wilayah Tanah Goyang maupun Ariate. 

Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli kepada warta­wan menjelaskan, peristiwa bermula ketika sejumlah pemuda Desa Ariate menghadiri acara joget yang digelar di Dusun Tanah Goyang. Namun sua­sana yang awalnya meriah berubah te­gang setelah terjadi perkelahian an­tar pemuda di luar area tenda pesta. 

“Meski acara telah berakhir, konflik belum sepenuhnya mereda. Salah satu pemuda asal Desa Ariate, berinisial NK kembali terlibat adu fisik dengan pe­muda Dusun Tanah Goyang sebelum akhirnya pulang ke desanya,” beber kapolres, 

Situasi semakin memanas kata ka­pol­res, ketika NK kembali ke Tanah Go­yang bersama sejumlah rekannya. Pertikaian kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar batu antar kelompok. Akibat bentrok antar pemuda de­ngan menggunakan sen­jata tajam, me­ng­akibatkan VK (21) pemuda asal Ariate ini mengalami luka robek pada lengan kanan setelah diduga diba­cok oleh salah seorang pemuda Tanah Goyang.

Tidak terima dengan kejadian ter­se­but, kelompok pemuda Ariate mela­kukan serangan balasan, sehi­ngga RB (25) warga Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekre­taris Dusun ini mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan tangan. “Kedua korban ke­mudian dieva­kuasi ke fasilitas kese­hatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas kapolres. 

Kapolres menegaskan, konflik ter­sebut murni dipicu persoalan antar pe­muda yang tidak segera diselesaikan, sehingga berkembang menjadi bent­ro­kan kelompok yang sempat meng­ganggu aktivitas masyarakat akibat pemblokiran akses jalan.

Dalam upaya penegakan hukum, Unit Reskrim Polres SBB telah menga­mankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, untuk menjalani pemerik­saan lebih lanjut.

Kapolres menyebutkan, keempat ter­duga pelaku masing-masing berini­sial EIK MT, AW, dan AT. “Bentrok antar pemuda dengan menggunakan senjata tajam yang melukai kedua belah pihak sangat rawan memicu aksi balas dendam. Jika tidak diantisipasi melalui rekon­siliasi bersama pemerin­tah daerah dan tokoh masyarakat, tensi konflik bisa kembali meningkat,” ujar kapolres.

Menurut kapolres, saat ini kondisi keamanan di lokasi kejadian dila­porkan mulai kondusif. Arus lalu lintas yang sebelumnya sempat ter­ga­nggu atas pemblokiran jalan oleh masyarakat telah kembali normal.

Untuk mengantisipasi konflik susulan kapolres menegaskan, pi­hak Polres SBB akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan serta menempatkan personel di lokasi strategis. Selain itu, kepolisian terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna mencipta­kan suasana yang aman serta men­dorong terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan. (S-18)

BERITA TERKAIT