AMBON, Siwalima.id - Politeknik Negeri Ambon (Polnam), resmi mengukuhkan 169 mahasiswa Diploma Tiga dan Sarjana Terapan yang berlangsung di Aula Poliklinik Negeri Ambon, Kamis (30/4).
Wisuda XXI ini menjadi momentum terakhir Dady Mairuhu yang akan mengakhiri masa jabatan Direktur Politeknik Negeri Ambon.
Ratusan wisudawan ini berasal dari 13 program studi (Prodi) unggulan.
Dalam sambutannya, Dady memastikan Politeknik Negeri Ambon telah mengalami banyak transformasi.
Mulai dari kualitas akademik, fasilitas pendidikan, kerja sama dengan dunia industri hingga perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.
Selain itu, kompetensi dosen dan tenaga kependidikan juga terus meningkat, sehingga kepercayaan masyarakat makin kuat.
“Kepada kampus ini semua capaian ini bukan hasil kerjaan satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Ambon,” ujarnya.
Selanjutnya kepada wisudawan, Dady berpesan untuk menjadi lulusan berkualitas secara ilmu dengan mental yang tangguh.
Menurutnya, lulusan yang memiliki mental jujur, disiplin, bekerja keras dan melayani masyarakat itulah yang dapat berguna bagi banyak orang.
Selain itu, dirinya berharap semua alumni ini tidak berhenti belajar serta mampu berkembang ditengah persaingan teknologi saat ini.
“Saya titip pesan jangan pernah berhenti belajar dunia terus berubah, teknologi terus berkembang dan persaingan semakin ketat. Jadilah lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, jujur, disiplin serta mampu bekerja dan melayani masyarakat,” harapnya.
Wakil Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Direktur Polnam atas dedikasinya selama dua periode kepemimpinan serta menyambut hangat Direktur yang baru terpilih. Beliau menekankan bahwa tantangan masa depan, terutama di wilayah kepulauan Maluku, menuntut lulusan untuk menjadi insan vokasi yang unggul.
Wakil Gubernur menyoroti arahan Presiden mengenai pentingnya hilirisasi atau industrialisasi produk lokal seperti kelapa dan pala. Beliau menegaskan bahwa Maluku tidak boleh lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi harus mengolahnya menjadi produk turunan melalui pabrik-pabrik lokal untuk menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.
“Mengingat Maluku terdiri dari 93% wilayah laut, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi energi terbarukan dan pengelolaan potensi laut,” ujarnya.
Dikatakan, Pemerintah Daerah terus memperjuangkan pekerja lokal agar lulusan Polnam dapat berkarir di proyek strategis nasional seperti Blok Masela, sehingga lapangan kerja tidak didominasi oleh pekerja dari luar daerah.
Untuk diketahui Politeknik Negeri Ambon melepaskan 169 orang lulusan yang terdiri dari 13 Program Studi diantaranya, Teknik Sipil 10 orang, Teknik Mesin 9 orang, Teknik Elektro 4 orang, Administrasi bisnis 7 orang, Akuntansi 25 orang, Manajemen Proyeksi Konstruksi 20 orang, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan 14 orang, Teknik Produksi Minyak dan Gas 30 orang, Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Minyak dan Gas 20 orang, Teknik Informatika 6 orang, Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Minyak dan Gas 4 orang, Administrasi Bisnis Terapan 10 orang, Management sumber daya perairan kampus Banda Neira: 2 orang, Budidaya perairan kampus Banda Neira 8 orang.
Selain Wakil Gubernur Maluku, acara ini turut dihadiri juga oleh Jajaran Forkopimda, Direktur, Ketua Senat dan para Dosen Politeknik Negeri Ambon, Pimpinan Perguruan Tinggi, Para Orang Tua Wisudawan serta tamu undangan lainnya.
Hadir pula Marsekal Pertama (Marsma) TNI Dr. Anton “Sioux” Pallaguna, dari Universitas Pertahanan (Unhan), yang memberikan perspektif mengenai ketahanan nasional kepada para lulusan.(S-08)