AMBON, Siwalima.id - Pelayanan distribusi air bersih di kawasan Lateri, khususnya wilayah Citraland dan Bukit Lateri Indah, saat ini mengalami gangguan.
Gangguan ini disebabkan kerusakan pada mesin pompa air milik Perumda Tirta Yapono yang dipicu oleh ketidakstabilan tegangan listrik dari PLN.
Direktur Perumda Tirta Yapono, Pieter Saimima saat dikonfirmasi Siwalima.id, melalui telepon selulernya, Jumat (15/5) membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, lonjakan atau ketidakstabilan voltase listrik, menjadi penyebab utama kerusakan serius pada peralatan pompa, sehingga aliran air ke sejumlah titik pelayanan terhenti sementara.
“Kerusakan pompa air di Lateri terjadi akibat voltase listrik PLN yang tidak stabil. Dampaknya, distribusi air bersih ke beberapa titik pelayanan, khususnya Citraland dan Bukit Lateri Indah, mengalami gangguan,” ungkap Saimima.
Untuk mengatasinya kata Saimima, pihaknya saat ini sementara melakukan upaya perbaikan dan menunggu kedatangan unit pompa baru yang dikirimkan langsung dari distributor di Jakarta.
Targetnya, perangkat pengganti tersebut dapat tiba dalam pekan ini, sehingga paling lambat pekan depan layanan air bersih sudah kembali normal dan bisa dinikmati masyarakat.
Atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan, Saimima menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan di kawasan tersebut.
“Atas nama pimpinan Perumda Tirta Yapono, saya menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan, karena kerusakan pompa ini mengakibatkan distribusi air tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ucap saimima.
Menurut Saimima, kejadian ini menjadi momen evaluasi penting bagi manajemen, sebab wilayah dengan jumlah pelanggan yang padat tidak boleh hanya mengandalkan satu sumber pasokan air.
Standar pelayanan yang memadai mensyaratkan minimal ada tiga sumber air agar tetap beroperasi meski terjadi gangguan pada salah satu unit.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang dan peningkatan layanan, Perumda Tirta Yapono telah merencanakan pembangunan sumur baru di kawasan Lateri yang akan mulai direalisasikan pada Juni 2026 mendatang.
“Saat ini Lateri sudah memiliki dua sumur. Kami akan menambah satu sumur lagi beserta mesin pompa baru, sehingga nantinya wilayah Lateri akan dilayani oleh tiga sumber air sekaligus,” ungkap Saimima.
Ia mengaku, dengan penambahan infrastruktur tersebut, diharapkan sistem distribusi akan jauh lebih kuat, maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lateri secara optimal dan berkelanjutan.(S-30)