BULA, Siwalima.id - Setahun memimpin Kabupaten Seram Bagian Timur, kinerja Bupati Fachri Husni Alkatiri dan wakilnya Muh M Thoha R Wattimena masih menjadi tanda tanya publik.
Pasalnya sampai dengan awal 2026, jumlah anak stunting di Bumi Ita Wotu Nusa tersebar di 16 kecamatan dengan total 224 orang.
“Tahun 2026 ini tim kami berjalan untuk melakukan sosialisasi meyakinkan pegawai di daerah ini untuk menjadi orang tua asuh,” kata Pelaksana Tugas Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) SBT, Warda Rumadan kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa. (3/2)
Ia menyebut sosialisasi yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk kepada masyarakat di tahun 2025 juga tidak maksimal.
Di awal tahun ini ada beberapa dinas mengajukan diri sebagai orang tua asuh bagi anak-anak penderita stunting.
“OPD sudah menangani tujuh keluarga berisiko stunting yakni Dinas Kesehatan, Inspektorat, BPKAD dan RSUD Bula,” jelasnya.
Ia menyebutkan jumlah keluarga berisiko stunting sesuai data di lapangan yang tersebar di 16 Kecamatan.
Di Kabupaten SBT sebanyak 224 orang. Mereka membutuhkan orang tua asuh untuk sama-sama menangani,” jelasnya.
Bagi orang tua asuh dijelaskan Tim Pendamping Keluarga TPK) di lapangan akan memantau semua program penanganan stunting termasuk makanan yang dikonsumsi anak.
“Jadi itu TPK kami yang masak makanan sendiri dan memastikan kalau itu anak yang makan sampai selesai. Benar-benar dikawal oleh tim,” urainya.
Ia juga menyebut, pimpinan OPD mau menjadi orang tua asuh di Kota Bula sehingga pengawasan mudah dilakukan.
Dia menuturkan Semua OPD kami datangi lakukan Sosialisasi untuk meminta kesediaan menjadi orang tua asuh untuk pemenuhan nutrisi sampai sekarang masih jalan.
Uang yang sudah terkumpul dari masing-masing pegawai dari gaji mereka berikan dengan ikhlas membantu penanganan stunting. “Satu orang menyumbang 25.000 hingga 30.00 ribu,” ujarnya.
Diakui kalau ada bantuan atau intervensi dari pemerintah, mung-kin keluarga berisiko stunting akan mendapatkan juga MBG.
“Ini berarti berarti kita bisa pindahkan cari sasaran yang lain. Supaya bantuannya dia tidak menumpuk pada satu orang,” harapnya.
Ditambahkan, dinas juga berencana meminta kesediaan menjadi orang tua asuh kepada pihak swasta yang ada di SBT.(S-27)