SIWALIMA.id > Berita
Sambut Waisak, Permabudhi Maluku Gelar Bakti Sosial di Pulau Seram
Online | Rabu, 8 April 2026 pukul 16:49 WIT

AMBON, Siwalima.id – Menyambut Tri Suci Waisak 2570 TB/2026, umat Buddha yang dimotori oleh Persatuan Masyarakat Buddha Indonesia Provinsi Maluku melaksanakan pembinaan dan bakti sosial masyarakat di pedalaman Pulau Seram. 

Kegiatan yang berlangsung dibawah sorotan tema, Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsing Bagi Negeri ini, sekaligus juga memperingati perjalanan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia (STI) dengan menghadirkan Bimas Buddha Kemenag Maluku, Buddhazine, Magabudhi, Yayasan Swarna Giri Tirta, Dana Everest, Atthasilani Theravada Indonesia (Astinda) dan Karunia Mitra Wijaya semakin membuat perjalanan religius ini bermakna.

Bhikkhu Siri Ratano Mahatera yang menjelaskan, Hari ini tim berangkat dari Ambon untuk melaksanakan kunjungan pembinaan yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial kepada umat Buddha, khususnya mereka yang berada di pedalaman Pulau Seram yakni di Gunung Von, Gunung Yamatita, maupun Gunung Maingkim.

“Rombongan kami berasal dari Vihara Swarna Giri Tirta yang terdiri dari perwakilan Permabudhi, Magabudhi, serta dari Astinda., sekaligus juga didampingi oleh Ibu Pembimas Buddha,” tulis Bhikkhu Siri Ratano Mahatera dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Rabu (8/4).

Ia mengaku, perjalanan tim ke pedalaman direncanakan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, yang kemudian akan dilanjutkan menuju Tanah Merah, Namto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan umat Buddha, baik yang berada di pedalaman maupun di Kota Ambon, memiliki semangat yang tinggi, terutama dalam menyongsong hari raya Waisak. Dengan demikian, kerja sama yang baik di antara umat Buddha di Ambon dan Maluku secara umum dapat terjalin dengan harmonis, tenteram, dan damai sehingga perayaan Waisak nanti dapat terlaksana dengan baik.

“Kami berencana membangun sebuah bangunan di Namto, Maluku Tengah. Di sana terdapat sebidang tanah yang telah diserahkan oleh masyarakat Desa Namto kepada kami,” bebernya .

Rencananya diatas lahan tersebut akan dibangun sebuah vihara yang akan diberi nama Taman Buddha Jayagiri Arama. Lokasinya berdekatan dengan Pura Istana Siwa Manggalagiri dan beberapa tempat ibadah lainnya di sekitar wilayah tersebut.

“Rencananya nanti kami sebagian rombongan akan kembali ke Ambon, 13 atau 14 Mei. Namun, saya sendiri kemungkinan akan berada di sana hingga akhir Mei untuk memantau pelaksanaannya,” jelasnya.

Masih dalam rilis itu, Pembimas Buddha Maluku, Ria Anis Purwaningtum mengaku, mendukung kegiatan  tersebut.

“Kami dari Bimas Buddha sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas prakarsa dari Bhante, Sangha Theravada Indonesia (STI), Permabudhi, Vihara Swarna Giri Tirta, serta rekan-rekan dari Budhazin dan Dana Everyday yang telah menyelenggarakan dan menginisiasi kegiatan ini,” tandasnya.

Pasalnya lanjut dia, melalui program ini, mereka dapat melakukan pembinaan bagi umat Buddha yang berada di wilayah pedalaman.

“Kami dari Bimas Buddha hadir untuk menyertai dan mendampingi aktivitas tersebut, yang terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak terkait,” cetusnya.

Ia berharap, pembinaan ini akan sangat bermanfaat bagi umat di pedalaman yang selama ini masih kurang mendapatkan pembinaan. Semoga kehadiran Bhante dan rombongan dapat membuahkan hasil yang baik bagi kemajuan umat Buddha di sana.

Saat ditanya setelah kegiatan di Pulau Seram, apakah ada acara lainnya dari Bimas Buddha, ia mengaku, agenda saat ini adalah pembinaan untuk umat di pedalaman, yang memang menjadi salah satu program rutin di Kemenag.

Sedangkan untuk perayaan Waisak di Ambon, pihaknya belum melakukan pembahasan lebih lanjut secara mendalam, namun rencananya memang sudah ada, dimana saat ini sudah tersedia rangkaian acara dalam rangka Waisak Nasional yang telah disampaikan Dirjen Bimas Buddha Kemenag.

“Nantinya, kami akan mengikuti rangkaian acara tersebut. Khusus untuk wilayah Maluku, kami akan menyesuaikan dengan agenda yang telah dijadwalkan oleh Dirjen Bimas Buddha dan diselaraskan dengan kondisi kami di Maluku nantinya,” tutupnya.

Masih dalam rilis itu, Ketua Permabudhi Maluku Aline Tjoa berharap, kegiatan di pedalaman ini, tepatnya di Seram Bagian Timur, sudah menjadi agenda rutin organisasi ini untuk mendampingi Bhante melakukan pembinaan, sekaligus mengadakan bakti sosial.

“Nanti akan ada Atasylani yang baru pertama kali datang ke sini. Beliau akan menetap disana sampai tanggal 15 Mei untuk membina umat di wilayah tersebut dan ada bagian dari agenda kami, karena ada beberapa dusun yang kami kunjungi yang memang terdapat umat Buddhanya,” tutur Aline.

Ia mengaku, untuk acara puncaknya nanti, rencananya akan digelar di Vihara, namun untuk perayaan Waisak bersama akan dilaksanakan di Namto, tepatnya di Kabupaten SBT, bersama dengan umat Buddha di pedalaman.

“Kami berharap, semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai. Selain itu, semoga perjalanan ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi umat Buddha,” harap Aline.(S-06)

BERITA TERKAIT