DOBO, Siwalima.id - KRI 874 yang tergabung dalam Satgas Operasi Trisila 26 yang dipimpin Wadansat Trisila, Kolonel Laut Son Hariyoko menyalurkan bantuan sosial bagi para nelayan di Kota Dobo.
Turut mendapampingi Wadansat Trisila dalam penyaluran bansos di laut itu Komandan KRI Dorang, Letkol Laut Eko Hadi S, Komandan KRI Bolongan, Letkol Laut Wida AP, DanLanal Aru, Letkol Laut Sriadi dan turut dihadiri oleh Pasops Satgas Mayor Laut Army Provytama, serta perwira staf dari Lanal Aru dan KRI Dorang-874.
Wadansat Ops Trisila 26 di sela-sela penyauran bansos itu menjelaskan, operasi ini diselenggarakan dalam tiga tahap di bawah naungan Koarmada RI. Saat ini, tahap pertama sementara berlangsung di wilayah kerja Koarmada III.
“Selain menjaga kedaulatan negara dan penegakan hukum dari pelanggaran di laut, kami juga melaksanakan pembinaan potensi maritim di setiap wilayah yang kami singgahi, seperti saat ini di Dobo, kami merangkul masyarakat pesisir melalui bakti sosial,” jelas Wadansat.
Ditempat yang sama, DanLanal Aru, Letkol Laut Sriadi menegaskan, kehadiran TNI AL di wilayah perbatasan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kemanusiaan.
“Kita, Lanal Aru mendukung penuh Operasi Trisila 26 ini, selain pengamanan laut, kami fokus pada pembinaan potensi maritim. Pemberian sembako ini bertujuan meringankan beban saudara-saudara kita para nelayan pesisir yang hasil tangkapannya tidak menentu,” ucap Danlanal.
Ia mengaku, ini adalah bukti nyata kehadiran TNI AL peduli dan hadir untuk masyarakat, khususnya di Kepulauan Aru.
Kehadiran Ibu Ketua Jalasenastri Cabang 4, Ny Ema Sriadi, beserta jajaran pengurus Jalasenastri menambah suasana hangat dalam interaksi dengan warga binaan maritim tersebut.
Pantauan Siwalima.id diatas KRI Dorang, proses pembagian sembako dari atas kapal kepada nelayan pesisir sekitar pukul 14.00 WIT. Selain itu, terlihat puluhan longboat, ketinting maupun motor kayu (motor tempel) berbondong-bondong menuju ke badan KRI Dorang.
Bahkan dengan cuaca yang bergelombang, para nelayan ini dengan kapal-kapal mereka saling berdempetan satu dengan lainnya, sehingga memudahkan mereka mendapat pembagian sembako.(S-11)