SIWALIMA.id > Berita
Setelah Ambon dan MBD, Kini Giliran Murid SD di Tual, MBG Makan Korban Lagi
Daerah , Headline | Sabtu, 20 September 2025 pukul 00:06 WIT

AMBON, Siwalimanews – Lagi-lagi program Makan Gizi Gratis makan korban di Maluku, Jika sebelumnya sebanyak 30 murid di Kabupaten Maluku Barat Daya, kali ini 17 murid SD Negeri 19 Kota Tual mengalami keracunan, Kamis (18/9).

17 murid SDN 19 ini dilari­kan ke Rumah Sakit (RS) Maren Tual pada pukul 10.30 WIT setelah menyantap maka­nan MBG, yang diduga berasal dari buah melon dalam paket gizi hari itu.

Peristiwa ini sontak meng­gemparkan guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah.

Informasi yang diperoleh Siwalima dari sumber terpercaya menyebutkan, keracunan hanya dialami oleh murid yang memakan buah melon. Sementara murid lain yang tidak konsumsi melon tidak mengalami gejala apa pun.

“Yang sakit itu hanya anak-anak yang makan melon. Ada yang mun­tah-muntah, ada juga yang lemas sampai harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap sumber tersebut.

Sumber mengatakan lagi, dari 17 murid setelah mendapatkan perawa­tan medis di RS Maren Tual, 13 siswa dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sedangkan 4 murid lain­nya masih dirawat.

“14 murid kondisi sudah membaik dan sudah pulang, sedangkan 3 murid lainnya masih dirawat di RS Ma­ren Tual,” ujar sumber itu.

Sementara itu, Kapolres Tual, AKBP Adrian ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, pihaknya menerima laporkan dari sekolah bahwa 17 murid SDN 19 Kota Tual diduga alami keracunan. “Iya, benar. SDN 19 Tual, sekitar pukul 10.30 WIT kami terima laporan dari pihak sekolah. Saat dicek, sekitar pukul 11 korban sudah dibawa ke RS Maren Tual. Jumlah murid yang keracunan sebanyak 17 orang,” je­las Kapolres.

Setelah dirawat di RS Maren Tual, lanjut Kapolres, penanganan dilaku­kan dengan cepat, sehingga kondisi murid berangsur membaik.

“Setelah diberi obat dan infus, kondisi mereka sudah mulai stabil. Namun saat ini masih dirawat inap di rumah sakit, didampingi orang tua masing-masing,” katanya.

Kapolres menyebutkan berdasar­kan data yang dihimpun, 17 murid yang keracunan itu terdiri dari, kelas 4,5 dan kelas 6.

Usut

Sementara itu, praktisi hukum Marnex Salmon menilai kasus ini menjadi alarm bagi pengawasan MBG di Kota Tual. “Kalau sampai 17 murid keracu­nan ini bukan hal kecil. Tim SPPG harus lebih jeli, teliti, dan memasti­kan makanan yang dibagikan benar-benar layak kon­sumsi. Jangan sam­pai program yang niatnya baik justru membahayakan anak-anak,” kata Marnex saat

Marnex juga mengingatkan bahwa program MBG yang bertujuan mulia meningkatkan gizi anak-anak kini berubah menjadi sorotan tajam masyarakat.

“Kasus ini menambah daftar pan­jang persoalan MBG di Maluku. Pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan evaluasi menyelu­ruh, agar program yang semestinya menyehatkan anak-anak tidak terus berubah menjadi momok menakutkan bagi dunia pendidikan,” pintanya.

Belasan di MBD

Sebelumnya di Kabupaten MBD, baru empat hari berjalan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri Tepa, Kabupaten Malu­ku Barat Daya sudah bikin geger

Betapa tidak, puluhan murid di­duga mengalami keracunan usai konsumsi MBG. Informasi yang diterima Siwali­ma, Kamis (11/9) menyebutkan, total 30 murid SMP Negeri 1 Tepa yang terkonfirmasi keracunan.

Sampel menu makanan bergizi yang disajikan kepada murid di SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar dikirim ke Ambon untuk diperiksa laboratorium.

Pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui penye­bab sampai terjadinya keracunan makanan yang dialami puluhan murid di SMP Negeri 1 Tepa.

Penegasan ini disampaikan Dan­dim 1511 Pulau Moa, Letkol Inf Nuri­man Siswandi dalam rapat koor­dinasi bersama Pemerintah Kabu­paten Maluku Barat, Forkopimda, Dinkes Forkopimcam Babar Barat, Puskesmas Tepa serta Satuan Pela­yanan Peme­nuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kecamatan Babar Barat dan Pengelola Dapur Sehat, Jumat (12/9)

Dandim menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan identifikasi penyebab pasti keracunan dengan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dandim bilang, evaluasi menye­luruh akan mencakup perbaikan kua­litas bahan baku, sterilisasi dapur secara higienis, hingga penga­wasan ketat terhadap tenaga masak.

Berdasarkan laporan, seluruh murid yang mengalami dugaan kera­cunan telah dinyatakan sembuh dan dapat kembali ke rumah masing-masing dan menurut keterangan medis, kondisi yang dialami para murid lebih mengarah pada reaksi alergi yang menyerupai keracunan, namun tidak signifikan dan telah tertangani dengan baik.

”Saya berharap, kejadian ini dapat dijadikan bahan evaluasi semua pi­hak sehingga program MBG ini dapat berjalan dengan baik kede­pan­nya,” pinta Dandim dalam rakor yang dilakukan secara virtual dan dipimpin Wakil Bupati Agustinus L Kilikily.

Sementara itu, Wakil Bupati MBD Agustinus L Kilikily dalam arahan­nya dalam rakor itu menegaskan, rapat ini digelar menyusul adanya dugaan keracunan menu makanan MBG yang dialami pelajar SMPN Pualu Babar yang disuplai melalui dapur sehat beberapa hari lalu.

“Dalam rakor ini, kita ingin mene­rima laporan data dan informasi terkait kejadian yang terjadi bagi pelajar di Tepa Kecamatan Babar Barat yang menjadi korban, baik dari sisi kronologi, jumlah korban hingga kondisi terakhir korban saat ini,” ungkap Wabup dalam rilis  yang diterima Siwalima, Sabtu (13/9).

Menurut wabup, di Maluku belum ada kejadian terkait penyaluran MBG bagi pelajar seperti ini dan ten­tunya dengan kejadian ini, membuat pemerintah daerah menjadi gelisah dan perlu mengambil langkah strate­gis penanganannya. (S-26)

BERITA TERKAIT