AMBON, Siwalimanews –Â Lagi-lagi program Makan Gizi Gratis makan korban di Maluku, Jika sebelumnya sebanyak 30 murid di Kabupaten Maluku Barat Daya, kali ini 17 murid SD Negeri 19 Kota Tual mengalami keracunan, Kamis (18/9).
17 murid SDN 19 ini dilariÂkan ke Rumah Sakit (RS) Maren Tual pada pukul 10.30 WIT setelah menyantap makaÂnan MBG, yang diduga berasal dari buah melon dalam paket gizi hari itu.
Peristiwa ini sontak mengÂgemparkan guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah.
Informasi yang diperoleh Siwalima dari sumber terpercaya menyebutkan, keracunan hanya dialami oleh murid yang memakan buah melon. Sementara murid lain yang tidak konsumsi melon tidak mengalami gejala apa pun.
âYang sakit itu hanya anak-anak yang makan melon. Ada yang munÂtah-muntah, ada juga yang lemas sampai harus dibawa ke rumah sakit,â ungkap sumber tersebut.
Sumber mengatakan lagi, dari 17 murid setelah mendapatkan perawaÂtan medis di RS Maren Tual, 13 siswa dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sedangkan 4 murid lainÂnya masih dirawat.
â14 murid kondisi sudah membaik dan sudah pulang, sedangkan 3 murid lainnya masih dirawat di RS MaÂren Tual,â ujar sumber itu.
Sementara itu, Kapolres Tual, AKBP Adrian ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, pihaknya menerima laporkan dari sekolah bahwa 17 murid SDN 19 Kota Tual diduga alami keracunan. âIya, benar. SDN 19 Tual, sekitar pukul 10.30 WIT kami terima laporan dari pihak sekolah. Saat dicek, sekitar pukul 11 korban sudah dibawa ke RS Maren Tual. Jumlah murid yang keracunan sebanyak 17 orang,â jeÂlas Kapolres.
Setelah dirawat di RS Maren Tual, lanjut Kapolres, penanganan dilakuÂkan dengan cepat, sehingga kondisi murid berangsur membaik.
âSetelah diberi obat dan infus, kondisi mereka sudah mulai stabil. Namun saat ini masih dirawat inap di rumah sakit, didampingi orang tua masing-masing,â katanya.
Kapolres menyebutkan berdasarÂkan data yang dihimpun, 17 murid yang keracunan itu terdiri dari, kelas 4,5 dan kelas 6.
Usut
Sementara itu, praktisi hukum Marnex Salmon menilai kasus ini menjadi alarm bagi pengawasan MBG di Kota Tual. âKalau sampai 17 murid keracuÂnan ini bukan hal kecil. Tim SPPG harus lebih jeli, teliti, dan memastiÂkan makanan yang dibagikan benar-benar layak konÂsumsi. Jangan samÂpai program yang niatnya baik justru membahayakan anak-anak,â kata Marnex saat
Marnex juga mengingatkan bahwa program MBG yang bertujuan mulia meningkatkan gizi anak-anak kini berubah menjadi sorotan tajam masyarakat.
âKasus ini menambah daftar panÂjang persoalan MBG di Maluku. Pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluÂruh, agar program yang semestinya menyehatkan anak-anak tidak terus berubah menjadi momok menakutkan bagi dunia pendidikan,â pintanya.
Belasan di MBD
Sebelumnya di Kabupaten MBD, baru empat hari berjalan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri Tepa, Kabupaten MaluÂku Barat Daya sudah bikin geger
Betapa tidak, puluhan murid diÂduga mengalami keracunan usai konsumsi MBG. Informasi yang diterima SiwaliÂma, Kamis (11/9) menyebutkan, total 30 murid SMP Negeri 1 Tepa yang terkonfirmasi keracunan.
Sampel menu makanan bergizi yang disajikan kepada murid di SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar dikirim ke Ambon untuk diperiksa laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui penyeÂbab sampai terjadinya keracunan makanan yang dialami puluhan murid di SMP Negeri 1 Tepa.
Penegasan ini disampaikan DanÂdim 1511 Pulau Moa, Letkol Inf NuriÂman Siswandi dalam rapat koorÂdinasi bersama Pemerintah KabuÂpaten Maluku Barat, Forkopimda, Dinkes Forkopimcam Babar Barat, Puskesmas Tepa serta Satuan PelaÂyanan PemeÂnuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kecamatan Babar Barat dan Pengelola Dapur Sehat, Jumat (12/9)
Dandim menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan identifikasi penyebab pasti keracunan dengan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dandim bilang, evaluasi menyeÂluruh akan mencakup perbaikan kuaÂlitas bahan baku, sterilisasi dapur secara higienis, hingga pengaÂwasan ketat terhadap tenaga masak.
Berdasarkan laporan, seluruh murid yang mengalami dugaan keraÂcunan telah dinyatakan sembuh dan dapat kembali ke rumah masing-masing dan menurut keterangan medis, kondisi yang dialami para murid lebih mengarah pada reaksi alergi yang menyerupai keracunan, namun tidak signifikan dan telah tertangani dengan baik.
âSaya berharap, kejadian ini dapat dijadikan bahan evaluasi semua piÂhak sehingga program MBG ini dapat berjalan dengan baik kedeÂpanÂnya,â pinta Dandim dalam rakor yang dilakukan secara virtual dan dipimpin Wakil Bupati Agustinus L Kilikily.
Sementara itu, Wakil Bupati MBD Agustinus L Kilikily dalam arahanÂnya dalam rakor itu menegaskan, rapat ini digelar menyusul adanya dugaan keracunan menu makanan MBG yang dialami pelajar SMPN Pualu Babar yang disuplai melalui dapur sehat beberapa hari lalu.
âDalam rakor ini, kita ingin meneÂrima laporan data dan informasi terkait kejadian yang terjadi bagi pelajar di Tepa Kecamatan Babar Barat yang menjadi korban, baik dari sisi kronologi, jumlah korban hingga kondisi terakhir korban saat ini,â ungkap Wabup dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (13/9).
Menurut wabup, di Maluku belum ada kejadian terkait penyaluran MBG bagi pelajar seperti ini dan tenÂtunya dengan kejadian ini, membuat pemerintah daerah menjadi gelisah dan perlu mengambil langkah strateÂgis penanganannya. (S-26)