AMBON, Siwalima.id - Guna membuat efek jerah Pemerintah Kota Ambon mengeluarkan ultimatum untuk mengeluarkan siswa yang kedapatan melakukan aksi tawuran.
Peringatan sudah diberikan sejak lama untuk para kepala sekolah, namun buktinya tawuran antar pelajar terjadi hampir setiap hari.
“Kalau siswa-siswa tawuran antar sekolah, harus diberikan pembinaan. Panggil orang tua dan anak, kasih pembinaan. Kalau sudah tidak bisa dibina lagi, keluarkan,” tegas Walikota Ambon, Bodewin Wattimena di Balai Kota, Rabu (20/5).
Saat launching Modul Literasi Keuangan dan Teken Pakta Integritas orang nomor satu di Kota Ambon mengaku telah memberikan warning kepada semua kepala sekolah terkait tawuran siswa.
Menurutnya, siswa yang terlibat tawuran harus lebih dulu diberikan pembinaan bersama orang tua. Apabila berbagai upaya pembinaan tidak membuahkan hasil, maka sekolah diminta mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
Ia bahkan menegaskan, siswa yang dikeluarkan karena pelanggaran berat tidak akan diterima kembali di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kota Ambon.
“Kalau tidak bisa lagi dibina, tidak diterima di sekolah yang ada di Kota Ambon. Silakan ke daerah lain atau kabupaten lain,” ujarnya.
Walikota juga meminta para kepsek tidak ragu menegakkan disiplin di lingkungan pendidikan. Pemerintah kota akan mendukung kepala sekolah selama tindakan yang diambil dilakukan sesuai aturan.
“Kepala sekolah bertindak, tidak usah takut. Saya ada untuk membela bapak ibu, selagi bapak ibu benar. Semua harus ikut aturan,” katanya.
Ia mengingatkan, para siswa wajib menaati aturan sekolah sebagaimana pejabat pemerintah juga wajib tunduk pada aturan. “Saya saja sebagai walikota ikut aturan, masa kalian siswa-siswi tidak bisa ikut aturan,” tandasnya.
Modul Literasi Keuangan
Pemerintah Kota Ambon meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP dan MTs.
Launching ini dilakukan bersamaan dengan menandatangani pakta integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk PAUD dan SD.
Peluncuran modul dilakukan oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Kepala OJK Maluku, Haramain Billady peringatan Harkitnas di Balai Kota, Rabu (20/5).
Walikota dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut yang disebut sebagai modul ajar literasi keuangan pertama di Indonesia untuk jenjang SMP dan MTs.
“Ini yang pertama. Kita harus bangga karena ini merupakan modul ajar literasi keuangan pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs. Terima kasih kepada OJK, TPAKD, Dinas Pendidikan, Kemenag, MGMP dan seluruh stakeholder yang telah berkontribusi,” ujar walikota.
Ia menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar segera menerapkan modul tersebut tanpa penundaan.
Sebanyak 53 SMP dan 10 MTs, baik negeri maupun swasta di Kota Ambon, diwajibkan mengimplementasikan modul ajar tersebut dalam proses pembelajaran.
Selain itu, sekolah juga diminta mendorong siswa membuka rekening tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Sementara itu kadis Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso, menambahkan program yang digagas OJK dinilai penting dalam pembentukan karakter peserta didik. “Program ini mendukung pembentukan karakter anak, melatih mereka gemar menabung dan membiasakan pola hidup yang tidak konsumtif,” ujar Tasso.
Ia menjelaskan, sesuai arahan walikota, implementasi program tersebut akan diterapkan di seluruh sekolah, khususnya jenjang SMP.
“Program menabung di SD sebenarnya sudah pernah dilakukan, tinggal dilanjutkan kembali,” katanya.
Tasso juga menyoroti pelaksanaan SPNB yang mana diharapkan seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaannya yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Dinas Pendidikan, lanjut dia, bahkan telah mengundang DPRD untuk turut terlibat dalam pengawasan, meskipun belum sempat hadir dalam kegiatan tersebut.(S-30)