AMBON, Siwalima.id - Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz memastikan, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjamin seluruh pelaku usaha, termasuk sektor informal dan UMKM, dapat terdata secara akurat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
BPS terus memperkuat koordinasi dengan Pemkot Ambon serta Forkopimda. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyebaran informasi kepada masyarakat, terkait pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus nanti.
“Surat dukungan, surat edaran, hingga video dukungan dari Walikota Ambon sedang dalam proses, untuk melengkapi dukungan yang sebelumnya telah diberikan oleh Gubernur Maluku,” ucap Gaspersz kepada Siwalima.id di Ambon, Jumat( 17/4)
Selain itu kata Gaspersz, BPS juga mengagendakan sosialisasi intensif pada April hingga Mei 2026 kepada seluruh instansi di lingkup Pemkot Ambon. Para ASN juga diharapkan dapat berperan sebagai agen sosialisasi di lingkungan masing-masing, sehingga informasi terkait sensus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya itu, surat edaran walikota nantinya akan disalurkan hingga ke tingkat bawah melalui lurah, kepala desa atau raja, serta ketua RT. Dengan cara ini, BPS optimistis seluruh warga Kota Ambon akan mengetahui dan berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
Sementara terkait tantangan pelaksanaan, Gaspersz menjelaskan, secara geografis, Kota Ambon tidak memiliki kendala berarti karena berada dalam satu wilayah pulau dengan tingkat kesulitan relatif rendah.
Dari sisi literasi digital, BPS juga tidak menemui hambatan signifikan, mengingat proses wawancara dan penginputan data dilakukan langsung oleh petugas.
“Untuk usaha besar, memang akan diberikan akses pengisian mandiri melalui tautan yang dikirimkan via email,” tandas Gaspersz.
Dalam hal pemanfaatan teknologi menurut Gaspersz, BPS Kota Ambon mengandalkan sistem pengumpulan data berbasis elektronik, dimana petugas sensus menggunakan smartphone untuk merekam dan langsung menginput data responden ke sistem BPS.
Metode ini dinilai mampu meningkatkan kualitas data secara signifikan, karena dapat menjamin kerahasiaan informasi, meminimalkan kesalahan input, serta mempercepat proses pengolahan hingga penyajian data akhir.
Gaspersz mengaku, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi potret komprehensif kondisi perekonomian masyarakat, mencakup karakteristik usaha, kondisi ekonomi, hingga aspek sosial keluarga.
“Data ini sangat penting untuk mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran, sekaligus sebagai bahan evaluasi program pembangunan ekonomi daerah,” jelasnya Gaspersz.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk berpartisipasi aktif menyukseskan sensus tersebut.
“Sensus Ekonomi ini dibiayai dari pajak masyarakat. Mari kita pastikan pelaksanaannya berjalan lancar dengan menerima petugas dan memberikan data yang sebenarnya. Kami menjamin kerahasiaan data, dan ini tidak berkaitan dengan pajak,” himbau Gaspersz.
Dirinya berharap, melalui partisipasi aktif masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data berkualitas tinggi sebagai dasar penyusunan kebijakan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Ambon.(Mg-1)