SIWALIMA.id > Berita
Tiga Nama Menguat di Bursa Sekot Ambon
Online | Sabtu, 4 April 2026 pukul 19:02 WIT

AMBON, Siwalima.id – Bursa calon Sekot Ambon mulai ramai diberbincang, bahkan tiga nama mulai mencuat dan diberbincangkan oleh khalayak ramai.

Bahkan ketiga nama ini muncul sebelum tahapan pendaftaran resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Ambon.

ketiga figur yang paling santer dibicarakan adalah Robby Sapulette (Plt Sekot), Steven Dominggus (Kepala BKPSDM Ambon) dan Apries Gaspersz (Kadis LHP Ambon). 

Ketiganya dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni untuk menduduki jabatan strategis tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima.id di Lingkungan Pemkot Ambon menyebutkan, dari ketiga nama yang mencuat ini, peluang terbesar saat ini mengarah kepada Robby Sapulette yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekot Ambon.

“Saoulette itu figur pemimpin yang bijaksana dan gesit. Dia sudah jalankan langsung fungsi sekot, jadi sangat layak untuk ditetapkan sebagai Sekkot Ambon definitif,” ucap sumber tersebut kepada Siwalima.id, di Ambon, Sabtu  (4/4).

Sebagai Plt Sekot, Sapulette dinilai memiliki keunggulan signifikan karena telah memahami secara langsung ritme kerja dan tanggung jawab jabatan sebagai sekot. 

Faktor pengalaman ini kerap menjadi pertimbangan kuat dalam seleksi jabatan tinggi pratama.

Di sisi lain, Steven Dominggus dan Apries Gaspersz tetap diakui sebagai figur-figur yang kompeten. Keduanya dinilai memiliki kapasitas dan kinerja yang baik di bidang masing-masing.

“Ini bukan berarti Steven Dominggus dan Apries Gaspersz tidak mampu atau tidak gesit. Mereka punya kualitas. Tapi dalam dinamika saat ini, posisi Sapulette memang lebih diunggulkan,” cetus sumber tersebut.

Sumber itu juga menilai, baik Steven maupun Apries saat ini telah berada pada posisi strategis di lingkup Pemerintah Kota Ambon, sehingga tidak perlu terlalu ambisi dalam perebutan jabatan sekot.

Meski demikian, proses seleksi terbuka JPT Pratama tetap membuka peluang bagi munculnya kandidat lain di luar tiga nama besar tersebut. 

Mekanisme seleksi yang kompetitif memungkinkan hadirnya “kuda hitam” dengan kapasitas yang tidak kalah kuat.

Pemerintah Kota Ambon diharapkan dapat menjalankan seluruh tahapan seleksi secara transparan, objektif, dan bebas intervensi, guna menghasilkan sekot definitif yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.

Kini, publik menanti apakah prediksi yang menguat akan terbukti, atau justru akan terjadi kejutan dalam penentuan sekot 2026.(Mg-1)

BERITA TERKAIT